terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Mengembangkan Peternakan Sapi Terpadu di Bekas Lahan Tambang - my blog
May 9th 2024, 20:38, by Tim kumparan, kumparanBISNIS
Ilustrasi sapi. Foto: Paulo Nabas/Shutterstock
Isu keberlanjutan (sustainable) pada lingkungan harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk perusahaan tambang. Sebab, hal ini dapat turut berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Seperti yang diterapkan PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), yang mengusung prinsip More Than Mining atau tidak hanya menambang, yang artinya semua kegiatan penambangan dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan keuntungan jangka panjang serta dampak positif untuk kemandirian masyarakat.
Program yang diterapkan KPC bertujuan mendorong perekonomian, pendidikan, sosial budaya, kesehatan dan lingkungan kehidupan masyarakat di lokasi sekitar tambang.
Sebagai perusahaan tambang batu bara yang bertanggung jawab dan memiliki kesadaran lingkungan, KPC juga melaksanakan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk persiapan menuju masa pascatambang yang tujuannya adalah menyiapkan keberlanjutan kegiatan masyarakat setelah tambang ditutup nantinya.
Dalam mendukung program Pemkab Kutai Timur, yaitu Gerdabangagri (Gerakan Daerah Pembangunan Agribisnis) dan Gerbang Desa Madu (Gerakan Pembangunan Desa Mandiri Terpadu), KPC memberi perhatian khusus pada Program Pengembangan Agribisnis Pascatambang Terpadu di Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung dan Bengalon.
Operasional tambang batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI). Foto: Dok. PT BUMI Resources
Program Peternakan Sapi Terpadu (PESAT), peternakan ayam petelur, dan perikanan, yang merupakan bagian dari bidang Program Agribisnis, merupakan program unggulan yang diharapkan dapat menciptakan kemandirian masyarakat. Kegiatan yang dilakukan yaitu berupa pelatihan, pendampingan, dan stimulan kepada masyarakat.
KPC berhasil menyulap lahan bekas tambang untuk pengembangan peternakan sapi. Inisiatif ini muncul setelah melihat Provinsi Kalimantan Timur yang selama ini kekurangan pasokan daging sapi dan selalu bergantung pada pasokan dari luar provinsi.
Khusus di areal PESAT yang berada di Jalan Kabo, lahan bekas tambang juga dimanfaatkan sebagai lahan bercocok tanam sayur mayur, serta mengolah susu sehat yang diperoleh dari peternakan sapi. Pada akhirnya nanti diharapkan bahwa ketergantungan terhadap produksi dari luar daerah dapat dikurangi melalui produktivitas masyarakat yang meningkat.
PESAT memiliki lahan seluas 22 hektare yang digarap menjadi pengembangan kandang sapi perah, lahan sapi umbaran, mini feedmill (pabrik pakan ternak mini), dan pabrik pengolahan susu sapi. KPC juga melibatkan kelompok tani dalam memasok bahan baku pakan untuk ternak sapi, seperti rumput gajah, bangkil kelapa sawit, dedak dan singkong.
Ilustrasi Sapi Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie, percaya melalui reklamasi dan pengelolaan tambang dengan baik, lahan pascatambang dapat memberikan nilai tambah dan potensi yang besar bagi keberlanjutan hidup masyarakat.
"Kami percaya melalui reklamasi dan pengelolaan tambang dengan baik, lahan pascatambang dapat memberikan nilai tambah dan potensi yang besar bagi keberlanjutan hidup masyarakat," ujar dia dalam keterangannya, Kamis (9/5/2024).
Aga menambahkan, berkembangnya tata niaga agribisnis dari hulu ke hilir melalui keterlibatan berbagai pihak, mampu mendorong terbangunnya keterkaitan berbagai industri di luar sektor tambang, sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomi baru.
Selain PESAT, Telaga Batu Arang yang merupakan bagian dari bidang program konservasi alam dan budaya juga berpotensi untuk menjadi daerah kunjungan wisata bagi masyarakat sekitar dengan nilai edukasi yang tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar