terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
Presiden Donald Trump berbincang dengan pengusaha Elon Musk yang mengajak anaknya saat melakukan pertemuan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (11/2/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, merespons kritikan yang kembali disampaikan oleh Elon Musk melalui akun media sosial X miliknya pada Selasa (1/7). Salah satunya dengan mengancam mendeportasi Elon yang mendapatkan status warga negara AS pada 2002 lalu.
Mengutip AFP, Rabu (2/7), Trump menyinggung akan membuka pusat detensi bagi pekerja migran di Florida yang diberi nama 'Alligator Alcatraz,'. Itu disampaikan Trump saat menanggapi kritikan Elon yang mengatakan akan melengserkan anggota kongres AS yang mendukung RUU Pemotongan Pajak dan Belanja, namun mempromosikan efisiensi belanja negara.
"Kita harus memeriksanya," katanya kepada wartawan saat ditanya apakah dia akan mempertimbangkan untuk mendeportasi Musk, yang merupakan imigran dari Afrika Selatan.
"Saya rasa dia tidak seharusnya memainkan permainan itu bersama saya," sambung Trump.
Menanggapi pernyataan Trump soal deportasi itu, Elon kembali bersuara di media sosial. Dia mengatakan akan menahan diri untuk saat ini.
"Sangat menggoda untuk menindaklanjutinya. Sangat, sangat menggoda. Namun, saya akan menahan diri untuk saat ini," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar