terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Wakil Ketua MPR Minta Pengganti Pembangkit Baru jika PLTU Cirebon 1 Pensiun Dini - my blog
Apr 22nd 2025, 18:03, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
PLTU Cirebon 1. Foto: Cirebon Power/HO/Antara
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, meminta pengganti pembangkit listrik baru jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 dipensiunkan. Pemerintah mesti menyiapkan substitusi energi serupa dari energi baru terbarukan (EBT) sebagai gantinya.
"Kami sampaikan, kalau itu bisa dipensiun dini itu akan sangat baik, dengan catatan bahwa sudah ada pembangkit listrik baru dari energi terbarukan yang menggantikan," ungkap Eddy Soeparno kepada awak media di Hotel Oriental Mandarin Jakarta, Selasa (22/4).
Eddy bilang, pemerintah mesti mempertimbangkan dari sisi pembiayaan. "Karena dari perhitungan kami, biaya untuk mempensiundinikan pembangkit listrik ke Suralaya dan Cirebon itu kurang lebih nilainya Rp 25 triliun. Jadi itu bukan angka yang kecil," lanjutnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta agar program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) jangan dipaksakan. Sebab, tidak ada anggaran untuk kompensasinya.
Bahlil menegaskan, pemerintah sudah komitmen dan membuat perencanaan pensiun dini PLTU. Namun setidaknya dengan dua syarat, yakni ada lembaga keuangan yang mendanai secara ekonomis, kemudian tidak membebani negara, PT PLN (Persero), dan masyarakat.
Dia mencontohkan, rencana pensiun dini PLTU Cirebon-1 dengan kapasitas 660 megawatt (MW) tujuh tahun lebih awal dari masa kontrak, sudah akan dijalankan karena dibiayai oleh Asian Development Bank (ADB).
"Jangan maksa negara kita mempensiunkan-pensiunkan PLTU, habis itu cuma omon-omon, uangnya enggak ada. Maksudnya, kita ambil uang dari mana?" kata Bahlil saat konferensi pers capaian kinerja ESDM, dikutip pada Selasa (4/2).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar