terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Prodi PPDS Paling Banyak Ditemukan Bullying: Penyakit Dalam-Bedah - my blog
Apr 30th 2025, 17:54, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS
Menkes beberkan bukti bukti bullying di PPDS saat rapat dengan Komisi IX DPR. Foto: Youtube/ TV Parlemen
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dengan jumlah aduan perundungan terbanyak di Indonesia. Aduan ini dikumpulkan sejak Juni 2023.
"Pengaduan yang masuk itu 2.668. Nah Irjen kita menyaring, apakah yang mana benar-benar perundingan atau mana yang enggak. Nah dari hasilnya kita simpulkan 632 itu perundungan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam paparan dalam RDP dengan Komisi IX DPR RI di Senayan, Rabu (30/4).
Menurut Budi, pengaduan berasal dari berbagai jenis rumah sakit, termasuk RS vertikal Kemenkes, RSUD, rumah sakit universitas, bahkan fakultas kedokteran universitas.
Lantas, prodi apa saja yang paling banyak banyak ditemukan bullying?
"Kalau dibagi, sebagai prodi, yang paling banyak pengaduannya adalah prodi penyakit dalam, bedah, anestesi, obgyn, [dan] anak," kata Budi.
Universitas yang disebut paling banyak menerima aduan antara lain dari FK Universitas Hasanuddin, Universitas Syiah Kuala, Universitas Indonesia, hingga Universitas Brawijaya.
"Ini data-data yang masuk ke pengaduannya kita dan sudah kita saring dan sifatnya benar-benar ada bullying," ujarnya.
Kemenkes telah berkoordinasi dengan Kemenristeksaintek dan Kemendagri untuk menangani pengaduan yang terjadi di luar wewenang langsung Kemenkes, seperti di RSUD dan RS perguruan tinggi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2025). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Berikut rincian pengaduan yang diungkap Budi:
RS Vertikal Kemenkes
RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado
RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (dahulu RSUP Sanglah), Denpasar
RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta (RSCM)
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
RSUP Dr. Kariadi Semarang
RSUP H. Adam Malik Medan
RSUP Dr. M. Djamil Padang
RSUD
RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh
RSUD dr. Moewardi, Surakarta
RSUD Saiful Anwar, Malang
RSUD Dr. Soetomo, Surabaya
RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru (Riau)
RSUD Ulin, Banjarmasin
RS di Universitas
RS Nasional Diponegoro (Rumah Sakit Nasional Diponegoro), affiliated with Universitas Diponegoro, Semarang
RS Universitas Kristen Indonesia, Jakarta
Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga, Surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar