terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Perempuan di Malang Korban Ke-2 Dokter AYP Lapor Polisi: Trauma, Menangis - my blog
Kasus pelecehan yang dilakukan oleh dokter Persada Hospital Kota Malang berinisial AYP terhadap pasiennya terus bergulir. Kali ini, ia dilaporkan kembali oleh korban lainnya yakni perempuan warga Malang.
Laporan itu dilayangkan pada Selasa (22/4) yang telah teregister dengan nomor laporan LP/B/117/IV/2025/SPKT/Polresta Malang Kota/Polda Jawa Timur.
"Kemarin sekitar pukul 11.30 ada salah satu seorang perempuan warga Malang yang melaporkan adanya tindak pidana pelecehan yang dilakukan oleh dokter yang sama," kata Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, Rabu (23/4).
Dengan adanya laporan tersebut, Satreskrim langsung melakukan pemeriksaan dan pendalaman kepada pelapor.
"Saat ini, Satreskrim Polresta Malang Kota telah bergerak cepat untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya saksi dan barang bukti," ucapnya.
Kejadian di 2023
Sementara itu kuasa hukum korban dari LBH Pos Malang, Tri Eva Oktaviani, mengatakan pelecehan yang dialami korban ini dilakukan oleh dokter yang sama yakni AYP dan di rumah sakit yang sama di Persada Hospital Malang.
"Kejadiannya berbeda, kalau yang sebelumnya di tahun 2022. Tapi korban yang kami dampingi sekarang, kejadiannya di tahun 2023 dan di rumah sakit yang sama," kata Eva.
Berdasarkan pengakuan korban, ia mengalami pelecehan saat masuk IGD Persada Hospital Malang.
"Korban berada di IGD. Dia kecapekan habis merawat anaknya yang sakit, sehingga imunnya turun," ucapnya.
Tirai Ditutup, Pelecehan Terjadi
Saat di IGD itu, korban diperiksa oleh dokter AYP tanpa didampingi perawat atau tenaga medis serta kondisi tirai ruangan tertutup.
"Tidak ada pendampingan perawat dan tirai dalam kondisi tertutup rapat, sehingga memungkinkan orang lain untuk tidak bisa melihat hal itu," terangnya.
Ketika menjalani pemeriksaan, dokter AYP diduga tidak menjalankan sesuai SOP. Ia diduga menyentuh area intim korban tanpa ada permohonan izin pemeriksaan.
"Korban mengalami pelecehan fisik yang mana harusnya sebagai dokter menjalankan SOP, tetapi ketika menyentuh area-area keintiman, terduga pelaku tidak menyampaikan permohonan izin terlebih dahulu untuk memeriksa dalam area-area keintiman korban," ungkapnya.
Korban Trauma, Menangis
Eva mengatakan, setelah kasus pelecehan korban pertama mencuat, korban ini sempat berusaha mengonfirmasi langsung ke pihak rumah sakit.
"Korban ini konfirmasi ke rumah sakit bahwa terduga pelaku adalah pelaku yang sama yang menimpa dirinya juga. Rumah sakit telah meminta maaf dan ini dari pengakuan korban sebelum kami dampingi dan saat itu ke rumah sakit sendiri untuk mengkonfirmasi," katanya.
"Pihak rumah sakit juga sempat menawarkan untuk pemulihan psikologis, tapi korban tidak bersedia, karena trauma dan saat mendengar nama atau foto pelaku, ia menangis," lanjutnya.
Sebelumnya, kasus pelecehan ini terungkap setelah korban pertama menceritakan kejadian yang ia alami saat dirawat di rumah sakit tersebut.
Singkat cerita pada tanggal 28 September 2022, korban menjalani rawat inap di rumah sakit itu.
Lalu, dokter AYP masuk ke ruang inap korban dengan alasan untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Dengan stetoskop yang ia bawa, dokter AYP melakukan pemeriksaan ke korban dan diduga terjadi pelecehan seksual.
Tak hanya itu, dokter AYP diduga sempat mengeluarkan ponsel yang diyakini korban melakukan perekaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar