terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Pakistan Nyatakan Siap Perang Melawan India - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pakistan Nyatakan Siap Perang Melawan India
Apr 25th 2025, 14:34, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS

Seorang prajurit paramiliter India berjaga di Pahalgam, sebelah selatan Srinagar, India, Rabu (23/4/2025). Foto: TAUSEEF MUSTAFA/AFP
Seorang prajurit paramiliter India berjaga di Pahalgam, sebelah selatan Srinagar, India, Rabu (23/4/2025). Foto: TAUSEEF MUSTAFA/AFP

Pakistan bersiap perang dengan India jika mereka benar-benar menghentikan aliran air dari Sungai Indus. Hubungan India-Pakistan yang bertetangga memanas akibat pembantaian turis lokal di Kashmir.

India menuduh Pakistan mendukung kelompok separatis radikal Kashmir yang melakukan pembantaian di wilayah sengketa itu. Dua orang pelaku pembantaian adalah warga Pakistan sedang korbannya hampir semuanya warga India.

Merespons kejadian di Kashmir, pada Kamis (24/4) India melakukan serangkaian tindakan. Salah satunya keluar dari perjanjian air Sungai Indus yang disepakati pada 1960.

Ilustrasi tentara Pakistan berjaga. Foto: Banaras Khan/AFP
Ilustrasi tentara Pakistan berjaga. Foto: Banaras Khan/AFP

Pakistan tak tinggal diam. Membantah keterlibatan pembantaian di Kashmir, Pakistan menutup wilayah udaranya untuk pesawat India, bahkan yang datang dari negara ketiga pun terkena imbas larangan terbang.

Selain itu Pakistan melarang warga India masuk ke negaranya lewat skema visa khusus penduduk Asia Selatan.

Ilustrasi Peta India dan Pakistan. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Peta India dan Pakistan. Foto: Shutterstock

Namun, yang paling disorot Pakistan adalah sikap India terhadap Sungai Indus. Pakistan menegaskan penolakan atas sikap India tersebut.

"Pakistan dengan tegas menolak pengumuman India untuk menunda Perjanjian Perairan Indus," demikian bunyi pernyataan Pakistan seperti dikutip dari Anadolu.

Ilustrasi Kashmir di India.   Foto: khlongwangchao/Shutterstock
Ilustrasi Kashmir di India. Foto: khlongwangchao/Shutterstock

Pakistan menegaskan Sungai Indus adalah kepentingan nasional negaranya yang terkait kesejahteraan warga. Sehingga upaya penghentian aliran sungai sama saja ajakan perang.

"Perjanjian tersebut merupakan perjanjian internasional yang mengikat yang ditengahi oleh Bank Dunia dan tidak memuat ketentuan untuk penangguhan sepihak. Air merupakan kepentingan nasional yang vital bagi Pakistan, jalur kehidupan bagi 240 juta penduduknya dan ketersediaannya akan dijaga dengan segala cara," ujar Pemerintah Pakistan.

"Setiap upaya untuk menghentikan atau mengalihkan aliran air milik Pakistan sesuai dengan Perjanjian Perairan Indus, dan perampasan hak-hak daerah hilir sungai akan dianggap sebagai tindakan perang dan ditanggapi dengan kekuatan penuh di seluruh spektrum kekuatan nasional," sambung mereka.

Perjanjian Sungai Indus

Ilustrasi Sungai Indus. Foto: Stringer/AFP
Ilustrasi Sungai Indus. Foto: Stringer/AFP

Sungai Indus adalah sungai yang mengalir di sebelah selatan Himalaya hingga Asia Tengah. Negara seperti China, India, sampai Pakistan dilewati Sungai Indus.

Ilustrasi Peta India dan Pakistan. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Peta India dan Pakistan. Foto: Shutterstock

Diperkirakan panjang daerah aliran sungai Sungai Indus mencapai 3.200 km. Sungai Indus masuk dalam daftar 50 sungai terbesar di dunia.

Adapun Perjanjian Air Indus disepakati India dan Pakistan pada 1960 di Karachi. Kesepakatan tercapai berkat perantara dari Bank Dunia.

Lewat perjanjian tersebut India berhak menggunakan 30 persen air Sungai Indus. Sebanyak 70 persen sisanya berdasarkan perjanjian tersebut adalah hak penggunaan Pakistan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: