terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Heboh Bau Menyengat Mirip Gas Bocor di Bekasi hingga Jaktim - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Heboh Bau Menyengat Mirip Gas Bocor di Bekasi hingga Jaktim
Apr 20th 2025, 07:00, by Andreas Ricky Febrian, kumparanNEWS

Ilustrasi perempuan bau badan. Foto: Shutterstock
Ilustrasi perempuan bau badan. Foto: Shutterstock

Bau menyengat tercium di sejumlah kawasan di Bekasi hingga Jakarta Timur pada Jumat (18/4) malam. Bau ini tercium oleh banyak warga, dan mereka mengeluhkan aromanya yang menyengat seperti bau gas bocor.

Kebanyakan punya keluhan yang sama. Mereka mencium bau itu sekitar tengah malam.

Sebetulnya? Apa penyebabnya dan sumber bau itu? Berikut kumparan rangkum.

Tercium dari Jakasampurna hingga Duren Sawit

Bau ini dapat dirasakan oleh warga Jakasampurna, Bekasi. Agmal misalnya, ia mencium bau menyengat itu dari lantai 2 rumahnya.

"Iya, kayak gas LPG yang bocor gitu," ujarnya kepada kumparan.

"Persis, tapi ini lebih pekat. Sampe puyeng gue," jelasnya.

Bau itu juga tercium hingga ke Jakarta Timur. Salah satu warga Duren Sawit, Joel Gerald, mengaku bau itu muncul dari pendingin udara kamarnya.

"Jadi tadi gua tuh udah mau tidur. Gua udah persiapan tidur kan. Terus gua ini di bawah AC kan, AC-nya niup ke gua. Kok ini kayak rada aneh ya baunya?" jelas dia.

Suasana Perumahan Wisma Jaya, Kota Bekasi, usai heboh tercium bau gas. Foto: Nadia Riso/kumparan
Suasana Perumahan Wisma Jaya, Kota Bekasi, usai heboh tercium bau gas. Foto: Nadia Riso/kumparan

Sementara warga Bekasi Timur, Nadia, mencium bau itu hingga Sabtu (19/4) pagi.

"Tadi, sih, keluar rumah masih nyium baunya. Jam 9-an keluar rumah masih kecium baunya tapi tipis banget," kata Nadia kepada kumparan, Sabtu (19/4).

"Tapi, enggak menyengat kayak semalam. Kalau semalam menyengat banget baunya," jelas dia.

Ia bahkan sempat merasa sakit kepala mencium bau itu.

"Terus pas agak malam jam setengah 12 itu aku ke teras rumah mau matiin mesin air. nah di luar tuh baru menyengat banget baunya," tuturnya.

"Semalam sampai lumayan sakit kepala gara-gara nyium bau gas," lanjutnya.

BPBD Telusuri Penyebab Bau Menyengat Mirip Gas di Bekasi, Koordinasi dengan PGN

BPBD Kota Bekasi sendiri telah menerima laporan bau itu sejak pukul 21.50 WIB. Mereka segera menelusuri penyebabnya.

"Hasil monitoring tim BPBD, berdasarkan monitoring semalam dari pukul 21.50 di Rawalumbu, Mustikajaya dan Bantargebag memang benar ada bau gas dibeberapa wilayah itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi S, kepada kumparan, Sabtu (19/4).

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Perusahaan Gas Nasional (PGN) untuk mencari tahu penyebab bau itu.

"Kami terus coba komunikasi dengan pihak PGN wilayah kota Bekasi, mereka juga sedang melakukan koordinasi wilayah," kata Priadi.

BPBD Kota Bekasi melakukan pengecekan Kali Bekasi di sekitaran Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/4/2025). Foto: Dok. BPBD Bekasi
BPBD Kota Bekasi melakukan pengecekan Kali Bekasi di sekitaran Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/4/2025). Foto: Dok. BPBD Bekasi

Selain itu, BPBD Kota Bekasi pun melakukan pengecekan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi untuk menelusuri kemungkinan adanya pencemaran limbah.

"Pagi ini tim BPBD juga sedang mencoba monitoring DAS sungai Kali Bekasi untuk melihat apakah terjadi pencemaran limbah di Kali Bekasi yang menimbulkan bau," kata Priadi.

Priadi menyebut, hingga saat ini, pihaknya belum menemukan penyebab munculnya bau menyengat mirip gas di sejumlah kawasan di Bekasi.

"Sampai dengan pagi ini kami belum mendapatkan penyebab timbulnya bau," tutur dia.

PT PGN Pastikan Tak Ada Kebocoran

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PT PGN) memastikan tidak ada kebocoran pada jaringan gas bumi setelah banyaknya warga di sejumlah kawasan di Kota Bekasi menghirup bau menyengat mirip gas pada Jumat (18/4) malam.

Area Head PGN Bekasi, Maisalina, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim untuk mengecek seluruh pipa setelah menerima laporan adanya bau menyerupai gas tersebut.

Ilustrasi pipa gas PT PGN Tbk. Foto: Dok. PGN
Ilustrasi pipa gas PT PGN Tbk. Foto: Dok. PGN

Setelah dilakukan pengecekan, kata dia, pihaknya tidak menemukan adanya kebocoran pipa gas milik PT PGN. Ia juga menyatakan bahwa saat ini bau gas yang sebelumnya sempat tercium, sudah tidak lagi dirasakan warga.

"Kami sudah lakukan pengecekan di seluruh jaringan, hasilnya tidak ditemukan adanya kebocoran," kata Maisalina dalam keterangannya, Sabtu (19/4).

"Berdasarkan pantauan tim PGN bersama masyarakat sekitar, bau yang sebelumnya sempat diduga berasal dari bau gas, saat ini sudah tidak tercium," jelas dia.

Pemkot Bekasi Investigasi Penyebab Bau Menyengat Mirip Gas Bocor

Menyikapi kejadian itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyatakan akan menginvestigasi penyebab munculnya aroma menyengat tersebut.

"Terkait laporan bau menyengat yang dirasakan semalam, kami informasikan bahwa saat ini tim terkait sedang melakukan investigasi untuk mengetahui sumber dan penyebabnya secara pasti," tulis Pemkot Bekasi lewat akun X resminya, @pemkotbekasi, Sabtu (19/4).

Pemerintah Kota Bekasi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada menyikapi kejadian tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada," bunyi keterangan itu.

"Jika mengalami gejala seperti mual, pusing, atau iritasi untuk segera konsultasikan ke pusat kesehatan terdekat, RSUD atau hubungi 112," lanjutnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: