terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Harga Telur Turun Imbas Konsumsi Masyarakat Berkurang Usai Ramadan-Lebaran - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Harga Telur Turun Imbas Konsumsi Masyarakat Berkurang Usai Ramadan-Lebaran
Apr 24th 2025, 15:09, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS

Pedagang telur di Pasar Lenteng Agung. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Pedagang telur di Pasar Lenteng Agung. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Usai Lebaran, harga telur ayam ras mengalami penurunan yang cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional Jakarta Selatan. Fenomena ini mencerminkan situasi klasik pasca-momentum besar yakni stok melimpah, permintaan melemah.

Fenomena ini tak lepas dari siklus rutin usai momen besar seperti Lebaran. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, menyebut penurunan harga telur terjadi karena kombinasi kurangnya momentum konsumsi dan stok yang melimpah.

"Ini kan ada momen selalu ada momen kalau telur. Telur itu anjlok si enggak tetapi relatif lebih turun harganya. Jadi telur itu nggak jauh beda dengan ayam. Kalau ayam tinggi telur pasti tinggi, kalau ayam turun, ayam pasti turun," kata Mansuri kepada kumparan, Kamis (24/4).

Menurut Mansuri, bulan ini merupakan periode di mana konsumsi masyarakat cenderung rendah. Tidak ada hajatan atau perayaan besar yang bisa mendorong pembelian dalam jumlah banyak.

"Bulan ini adalah bulan yang kurang momentum. Konsumsi masyarakat relatif kecil. Tidak ada hajatan, tidak ada pesta. Paling momen libur weekend. Itu menjadi faktor," tuturnya.

Selain lemahnya permintaan, stok telur di pasaran juga sangat melimpah. Kombinasi keduanya berujung pada penurunan harga.

"Yang kedua, karena stok melimpah banyak, permintaan turun. Ini berpengaruh kepada penurunan harga," jelasnya.

Agen telur di Swadaya I Tanjung Barat. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Agen telur di Swadaya I Tanjung Barat. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Di kawasan Swadaya, Tanjung Barat, Anto yang berprofesi sebagai agen telur juga mengamati gejala serupa. Ia menjual telur seharga Rp 26.000 per kg dan satu peti seharga Rp 375.000. Menurutnya, penurunan harga seringkali merupakan langkah strategis agar stok telur tidak membusuk.

"Kalau harga nggak turun, telurnya enggak laku, bisa busuk," kata Anto.

Harga acuan telur ayam ras di tingkat konsumen sebenarnya telah ditetapkan sebesar Rp 27.000 per kg berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2022. Namun, dinamika di lapangan kerap membuat harga berfluktuasi.

Di Pasar Minggu, seorang pedagang telur bernama Temu mencatat penurunan harga yang cukup drastis. Ia menyebut harga satu peti telur dengan berat total 15 kilogram (kg) yang biasanya berada di kisaran Rp 380.000-Rp 395.000, kini hanya dijual Rp 360.000.

"Kasihan peternaknya, makanannya mahal, tapi telurnya malah nggak laku dan akhirnya dijual murah," ujarnya.

Saat ini, ia menjual telur dengan harga Rp 27.000 per kg. Temu berharap kondisi segera kembali stabil agar para peternak tidak terus menanggung kerugian.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Lenteng Agung. Amin, pedagang di sana, mengatakan harga telur sempat turun drastis ke titik Rp 24.000 per kg sebelum kembali naik menjadi Rp 27.000 per kg.

"Harga telur sekarang Rp 27.000 per kg. Ini udah naik. Kemarin sempet Rp 24.000 per kg. Pasokan aman kalau di sini, tapi pembelinya emang berkurang," jelasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: