terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Apple Alihkan Produksi iPhone dari China ke India Imbas Perang Dagang - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Apple Alihkan Produksi iPhone dari China ke India Imbas Perang Dagang
Apr 25th 2025, 16:42, by Abdul Latif, kumparanBISNIS

Seorang warga antre untuk membeli iPhone 16 di salah satu toko Apple di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (11/4/2025). Foto: Bay Ismoyo/AFP
Seorang warga antre untuk membeli iPhone 16 di salah satu toko Apple di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (11/4/2025). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Apple Inc. berencana untuk memindahkan produksi iPhone yang dijual di Amerika Serikat ke India, paling cepat mulai tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan yang terus meningkat antara Amerika Serikat dan China.

"Apple (AAPL.O) berencana untuk memindahkan perakitan semua iPhone yang dijual di AS ke India paling cepat tahun depan," tulis Reuters, mengutip laporan Financial Times pada Jumat (25/4).

Rencana pemindahan basis produksi ke India ini bermula dari sumber dari beberapa pihak yang mengetahui hal tersebut.

Rencana pemindahan ini muncul di tengah tekanan dari kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap China.

Kebijakan tersebut memaksa sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Apple, untuk mempertimbangkan opsi diversifikasi rantai pasokan mereka.

Di sisi lain, China menuntut agar semua tarif sepihak dari AS dicabut.

Tuntutan ini disampaikan seiring dengan munculnya sinyal kemungkinan meredanya ketegangan dagang antara kedua negara.

Tim Cook tiba sebelum Pelantikan Presiden ke-60 di Rotunda Gedung Kongres AS di Washington, Senin (20/1/2025). Foto: Kevin Lamarque/ AP pool REUTERS
Tim Cook tiba sebelum Pelantikan Presiden ke-60 di Rotunda Gedung Kongres AS di Washington, Senin (20/1/2025). Foto: Kevin Lamarque/ AP pool REUTERS

Meski demikian, China menyatakan belum mengadakan pembicaraan resmi dengan Washington, meskipun pemerintah AS menyebut telah terjadi kontak antara kedua belah pihak.

Trump berulang kali menyatakan bahwa kesepakatan dagang akan tercapai dan mengeklaim telah terjadi kontak langsung dengan pemerintah China.

Ia juga mempertahankan kebijakan tarif sebagai langkah timbal balik untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan yang dianggap merugikan Amerika Serikat.

"AS seharusnya menghapus semua langkah tarif sepihak terhadap China jika benar-benar ingin menyelesaikan masalah perdagangan ini," ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yadong.

"Orang yang mengikat lonceng haruslah yang melepaskannya," tambahnya, mengutip peribahasa China yang menekankan bahwa AS harus bertanggung jawab atas kebijakan yang telah diambilnya.

Sementara itu, Reuters juga melaporkan pada Rabu (23/4) bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan penurunan tarif atas barang-barang impor dari China.

Tarif yang saat ini mencapai 145 persen kemungkinan akan diturunkan ke kisaran 50 hingga 65 persen, tergantung hasil negosiasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, turut menegaskan bahwa tidak ada konsultasi atau negosiasi terkait tarif yang berlangsung saat ini.

"China dan Amerika Serikat belum melakukan konsultasi atau negosiasi terkait tarif, apalagi mencapai kesepakatan," katanya dalam konferensi pers terpisah, sambil menyebut berbagai laporan terkait hal tersebut sebagai berita palsu.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: