terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Tongue Tie pada Bayi, Apakah Harus Dipotong? - my blog
Mar 21st 2025, 12:34, by Eka Nurjanah, kumparanMOM
Ilustrasi Bayi dengan Tongue Tie. Foto: Ululmusy/Shutterstock
Tongue tie merupakan kondisi umum yang banyak dialami bayi. Tongue tie atau Ankiloglosia merupakan kondisi ketika jaringan ikat yang menghubungkan lidah ke dasar mulut lebih pendek atau lebih ketat dari normal.
Lantas, apakah bayi dengan tongue tie harus dioperasi atau diinsisi?
Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI),Dr. dr. Naomi Esthernita F. Dewanto, Sp.A, Subsp.Neo(K), mengatakan, kondisi ini sering kali membuat orang tua untuk panik karena berat badan bayi tidak kunung bertambah. Ya Moms, tongue tie dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan karena menyulitkan bayi ketika mengonsumsi ASI.
Sementara untuk anak yang lebih besar, tongue tie dapat menyebabkan kesulitan berbicara atau melafalkan huruf-huruf tertentu, serta dapat menimbulkan masalah kualitas hidup lainnya yang berkaitan dengan gerakan lidah.
"Apabila kasus tongue tie yang mengganggu tidak ditangani, bisa menyebabkan gangguan makan dan bicara, yang akan mengganggu tumbuh kembang anak," ungkapnya dalam Media Briefing daring IDAI, Selasa (18/3).
Tongue tie pada bayi. Foto: Shutterstock
Lantas Apakah Tongue Tie pada Bayi Harus Dipotong?
Apabila dalam kasus tongue tie tidak sampai mengganggu proses menyusui antara anak dan ibu, maka tidak perlu melakukan tindakan pemotongan atau insisi.
"Jadi misal bayi kesulitan menyusu, belum tentu juga karena tongue tie. Kalau pun benar, bisa mulai dari perbaiki posisi menyusuinya, bagaimana perlekatannya apakah sudah betul. Kemudian dilihat juga apakah berat badan anak selama periode menyusui awal itu naik seberapa banyak," ucap dr. Naomi.
Anak-anak dengan tongue tie dapat mengalami kesulitan dalam artikulasi bicara atau kesulitan mengucapkan huruf T-D-S-L-R. Kendati demikian, orang tua diimbau agar tidak mendiagnosis kondisi anak atau pun melakukan insisi tongue tie anak sendiri.
Ilustrasi ibu membacakan buku ke bayi. Foto: Selfmade studio/Shutterstock
"Karena jika diinsisi tidak sesuai indikasi justru bisa menyebabkan masalah lain, misalnya perdarahan, infeksi, atau timbul bekas luka yang mengganggu di tempat insisi-nya, yang ke depannya dikhawatirkan malah akan lebih mengganggu si bayi," tuturnya.
Apabila merasa si kecil memiliki tongue tie, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter laktasi. Konsultasi ini untuk mengetahui langkah apa yang bisa Anda ambil untuk mengatasi masalah yang timbul imbas tongue tie.
"Karena tidak semua tongue tie harus diinsisi. Kalau dia memang tidak ada masalah ya tidak usah diapa-apakan," tegas dr. Naomi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar