terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
DPRD DIY: Kemiskinan Jadi PR Bersama yang Harus Dituntaskan - my blog
Mar 13th 2025, 13:55, by Pandangan Jogja Com, Pandangan Jogja
Rapat Paripurna DPRD DIY dalam rangka peringatan Hari Jadi DIY ke-270 tahun. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Tepat hari ini, Kamis (13/3) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperingati hari jadi ke-270 tahun. Usai upacara peringatan di Stadion Mandala Krida, rangkaian acara peringatan dilanjutkan dengan pembacaan pidato Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY.
Pembacaan pidato ini dilakukan dalam acara Rapat Paripurna DPRD DIY yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda DIY, pimpinan dan anggota DPRD DIY, hingga pimpinan OPD.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, mengatakan pihaknya bersama Pemda DIY masih memiliki pekerjaan rumah (PR) bersama yang harus dituntaskan, yakni kemiskinan. Menurutnya, angka kemiskinan DIY menjadi konsentrasi utama.
"Angka kemiskinan masih tidak turun itu jadi konsen kita untuk itu," kata Nuryadi kepada awak media usai acara, Kamis (13/3).
Untuk mewujudkan fokus-fokus pengentasan masalah di DIY di tengah efisiensi anggaran, pihaknya menekankan kegiatan lapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat
"Tadi saya berpikir bagaimana yang (kunjungan) ke luar negeri kita arahkan untuk ketemu masyarakat di sini. Angka tidak dikurangi tapi digeser saja (mengenai pengertian efisiensi anggaran)," ujarnya.
Sultan HB X berharap hari jadi ini bisa menjadi suatu peristiwa untuk menyongsong masa depan DIY. Dalam pidatonya, Sultan HB X memang menyinggung soal ekonomi kreatif, era digital, namun tidak melupakan nilai budaya dan sejarah.
"Saya kira perlu bantuan media bagaimana peristiwa hari ini bisa menjadi peristiwa yang tidak hanya bicara sejarah seperti tadi yang saya sampaikan, bagaimana partisipasi masyarakat menjadi subjek di dalam Jogja masa depan, bagaimana masyarakatnya kreatif inovatif," kata Sultan HB X kepada awak media usai acara.
"Kan untuk sama-sama membangun rasa nyaman, aman, masyarakat bisa menjadi subjek dalam proses tantangan masa depan," sambungnya.
Sementara itu, dari laman BPS DIY www.yogyakarta.bps.go.id, disebutkan angka kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk DIY kompak turun pada September 2024. Prosentase kemiskinan di DIY sebesar 10,40 pada September, turun 0,43 persen dibandingkan Maret 2024. Tingkat ketimpangan atau rasio gini penduduk DIY sebesar 0,428 pada September 2024 yang 0,007 persen yang menyempit dibandingkan Maret 2024.
Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) DIY pada Rabu (15/1) lalu, menunjukkan tingkat kemiskinan di DIY pada September 2024 mencatatkan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 15,1 ribu orang dibandingkan Maret 2024. Jumlah penduduk miskin di DIY pada September 2024 mencapai 430,47 ribu orang, atau persentase penduduk miskinnya adalah sebesar 10,40 persen. Angka ini turun 0,43 poin persen dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 10,83 persen. Meski demikian, persentase tersebut masih berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 8,57 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar