terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Jelang Ramadan, Peminat Kolang Kaling di Bandar Lampung Meningkat 2 Kali Lipat - my blog
Feb 27th 2025, 16:34, by Sinta Yuliana, Lampung Geh
Kolang kaling di home industri Kampung Peninjauan, Kelurahan Sukarame 2, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung atau biasa disebut Kampung Pancasila. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
Lampung Geh, Bandar Lampung - Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, peminat kolang kaling di Bandar Lampung mengalami peningkatan hingga dua kali lipat, Kamis (27/2).
Salah satunya di home industri kolang kaling di Kampung Peninjauan, Kelurahan Sukarame 2, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung atau biasa disebut Kampung Pancasila.
Yadi mengatakan jumlah permintaan pasar menjelang bulan Ramadhan meningkat hingga 2 kali lipat sejak dua minggu yang lalu.
Home industri kolang kaling di Kampung Peninjauan, Kelurahan Sukarame 2, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung atau biasa disebut Kampung Pancasila. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
Di mana dalam sehari, home industri tempatnya bekerja tersebut dapat memproduksi kolang kaling hingga 500 kilogram perhari.
"Kalo disinikan bukan pedagang musiman, jadi tiap hari produksi, Ramadhan ini meningkat bisa sampe dua kali lipat dibanding hari biasa, sehari bisa 400 kilo sampe 500 kilo," ucapnya.
Menurut Yadi, minat pembeli kolang-kaling sudah mulai mengalami peningkatan sejak 2 minggu yang lalu.
Proses pengupasan kolang kaling. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
"Mulai 2 minggu kemaren udah rame, karena buat bulan Ramadan ini, yang musiman juga pada buat semua, dua minggu belakang udah rame," ucapnya.
Yadi menambahkan hasil dari produksi kolang-kaling tersebut, nantinya akan dijual kembali ke Pasar Tradisional di Lampung.
Proses pengupasan kolang kaling. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
"Jualnya ada yang per kilo, ada yang per-ember, sekilo itu kami jual Rp 13 ribu sampe Rp 14 ribu kalo ember itu Rp130-Rp 140 ribu, pokoknya perember itu kurang lebih 10 kilo," ungkapnya.
"Kirimnya ke Pasar Tradisional, terutama di Bandar Lampung, ada juga yang ke Metro bahkan kalo ada yang mau nyebrang itu kirim ke Jakarta juga," lanjutnya.
Proses pengupasan kolang kaling. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
Yadi menambahkan home industri tersebut telah berdiri sekitar 15 tahun. Sedangkan, dirinya telah bekerja sebagai pengrajin kolang kaling selama 5 tahun.
"Jadi kami beli buahnya, lalu direbus kurang lebih 2 jam, terus diangkat. Setelah itu, buah itu di kupas kemudian di geprek. Kalo udah di geprek baru direndam lagi selama 3 sampai 4 hari baru dijual," ungkapnya.
Sementara itu, Rudi mengatakan pengupas kolang kali di home industri menerima upah sebesar Rp 5 ribu perbesek.
"Kalo 1 home industri itu biasanya ada yang 6 sampai 10 orang yang bekerja sebagai pengupas kolang kaling," pungkasnya. (Yul/Put)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar