terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Hiu Berjalan Jadi Daya Tarik Bagi Wisatawan di Taman Nasional Teluk Cenderawasih - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hiu Berjalan Jadi Daya Tarik Bagi Wisatawan di Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Feb 23rd 2025, 17:00, by Gitario Vista Inasis, kumparanTRAVEL

Ilustrasi Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Foto: Dok. Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Ilustrasi Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Foto: Dok. Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) menyebut spesies hiu berjalan (Emiscyllium Galei) yang ditetapkan sebagai satwa prioritas, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan khususnya pecinta selam.

Kepala Balai Besar TNTC, Supartono, mengatakan bahwa hiu berjalan merupakan hewan nocturnal yang aktif melakukan pergerakan saat malam hari.

Meski belum sepopuler hiu paus, namun hiu berjalan mampu menarik perhatian wisatawan yang menyukai kegiatan selam malam hari di kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

"Hiu berjalan sebagai salah satu spesies endemik berpotensi menambah waktu kunjungan wisatawan pecinta selam," kata Supartono seperti dikutip dari Antara pada Minggu (23/2).

Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih Supartono saat ditemui awak media di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (22/2/2025). Foto: Fransiskus Salu Weking/ANTARA
Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih Supartono saat ditemui awak media di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (22/2/2025). Foto: Fransiskus Salu Weking/ANTARA

Supartono menambahkan, penetapan status pengelolaan hiu berjalan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sepanjang pesisir kawasan Teluk Cenderawasih.

Balai Besar TNTC terus mengedukasi masyarakat agar turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem demi keberlangsungan hidup satwa yang masuk dalam kategori pengelolaan prioritas.

"Sejauh ini hiu berjalan bukan sebagai target penangkapan para nelayan dan justru memiliki potensi ekowisata dan kegiatan penelitian," ujarnya.

Selain itu, ujarnya, penetapan status pengelolaan yang meningkat menjadi satwa prioritas diharapkan dapat mendukung visi misi Balai Besar TNTC sebagai pusat riset hiu di wilayah timur Indonesia.

Populasi Hiu Berjalan

Ilustrasi Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Foto: Dok. Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Ilustrasi Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Foto: Dok. Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi potensi ancaman yang dihadapi hiu berjalan yaitu aktivitas antropogenik seperti penangkapan yang tidak ramah lingkungan.

Kemudian, kegiatan pembangunan di wilayah pesisir mengakibatkan degradasi lingkungan, perubahan iklim, dan pemutihan terumbu karang yang mengancam populasi hiu berjalan.

"Pemanfaatan lain yang dilakukan oleh masyarakat setempat selama ini masih bersifat tradisional dan tidak menyentuh ranah komersil," ujarnya.

Supartono menyebut kurang lebih ada sembilan jenis hiu berjalan, dan enam jenisnya tersebar di wilayah perairan Papua, Halmahera dan Kepulauan Aru dengan empat jenis berstatus endemik.

Meliputi, Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium Halmahera), Hiu Berjalan Raja Ampat (Hemiscyllium Freycineti), Hiu Berjalan Teluk Cenderawasih (Hemiscyllium Galei), dan Hiu Berjalan Teluk Triton (Hemiscyllium Henryi).

"Hiu berjalan memiliki nama umum Teluk Cenderawasih Epaulette Shark, dan nama lokal gurano makumberepi," ucap Supartono.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: