terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
DEN Sebut Target Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen Sulit Tercapai Tanpa Energi Nuklir - my blog
Dec 10th 2024, 14:30, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Foto: Shutterstock/Daria Nipot
Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan betapa pentingnya implementasi energi baru nuklir di Indonesia, apalagi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen sesuai target Presiden Prabowo Subianto.
Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan Kalangan Akademisi, Agus Puji Prasetyono, menuturkan saat ini pertumbuhan kapasitas pembangkit di Indonesia masih rendah, sekitar 5 gigawatt (GW) per tahun, dengan konsumsi energi 30 kilowatt per hour (KWh) per kapita.
Sementara untuk menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen dan keluar dari middle income trap (jebakan ekonomi kelas menengah), lanjut Agus, produksi listrik harus naik 3 kali lipat. Hal tersebut dinilai baru bisa tercapai dengan bantuan nuklir.
"Nuklir itu harus masuk dalam bauran energi kita, bukan karena kita itu fanatik terhadap nuklir harus masuk dan kita dikotomi antara pro dan kontra, tapi merupakan suatu keharusan. Keterbatasan energi terbarukan itu tidak akan bisa kita mengeluarkan diri dari middle income trap kita," katanya saat Anugerah DEN 2024, Selasa (10/12).
Agus mengatakan, DEN kini tengah menyusun Revisi Kebijakan Energi Nasional (KEN). Saat ini, rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) KEN terbaru masih dalam tahap penyesuaian bersama pemerintah.
Dia membeberkan salah satu isi dari dokumen tersebut mengenai peningkatan kapasitas energi baru terbarukan (EBT), termasuk nuklir. Pada dasarnya, kata dia, kapasitas energi terbarukan Indonesia sangat terbatas.
"Di tahun 2045, kita ini sebenarnya hanya memiliki energi terbarukan yang sangat terbatas. Jadi kalau kita maksimalkan energi terbarukan kita, itu hanya ketemu 890 TWh (terawatt per hour)," ungkapnya.
Kemudian, jika dikombinasikan dengan pembangkit batu bara ultra supercritical dan pembangkit listrik turbin gas siklus gabungan, maka hanya menghasilkan 300 TWh.
Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan Kalangan Akademisi, Agus Puji Prasetyono, saat Anugerah DEN 2024, Selasa (10/12/2024). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Selanjutnya, jika ditambah dengan potensi energi angin menggunakan baterai energy storage system (BESS) yang sangat masif, itu hanya memproduksi listrik sekitar 1.548 TWh.
"Padahal ketika tahun 2045, kita perlu sekitar 1700 TWh, sesuai dengan prediksi pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan untuk mendukung tadi itu, keluar dari middle income trap," jelas Agus.
Dengan demikian, Agus menilai peran nuklir sangat krusial untuk mempertemukan kebutuhan listrik yang masih ada jarak dengan potensi EBT yang ada saat ini. Setidaknya butuh total 18 GW pembangkit nuklir di tahun 2045.
"Dengan nuklir, kalau kita di tahun 2045 itu ada 18 GW, maka kita akan bisa kumpulkan 158 TWh, maka akan cukup menumbuhkan ekonomi kita," kata Agus.
Lebih lanjut, dia menjelaskan peta jalan pengembangan pembangkit nuklir. Pada tahun 2031-2035 diharapkan PLTN pertama di Indonesia sebesar 250 MW terbangun. Lalu pada 2036-2040 ditargetkan kapasitas PLTN naik menjadi 8 GW.
Kemudian pada tahun 2041-2050, target kapasitas PLTN bisa naik hingga 21 GW. Sementara pada tahun 2060, kapasitas PLTN diharapkan naik menjadi 45-54 GW.
"Tidak terlalu besar PLTN, itu hanya sekitar 10 persen dari bauran energi nasional. Kalau kita hitung, maka power generation roadmap ini di revisi kebijakan energi kita, pertumbuhannya 13,25, GW," pungkas Agus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar