terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Survei Median: 60,8% Publik Tidak Suka dengan Israel - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Survei Median: 60,8% Publik Tidak Suka dengan Israel
Jun 30th 2025, 17:29 by kumparanNEWS

Warga Israel berdemonstrasi saat "Hari Perlawanan", ketika pemerintah koalisi nasionalis Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melanjutkan perombakan yudisial yang kontroversial, di Tel Aviv, Israel, Kamis (9/3/2023). Foto: Ronen Zvulun/Reuters
Warga Israel berdemonstrasi saat "Hari Perlawanan", ketika pemerintah koalisi nasionalis Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melanjutkan perombakan yudisial yang kontroversial, di Tel Aviv, Israel, Kamis (9/3/2023). Foto: Ronen Zvulun/Reuters

Lembaga survei Median pada Senin (30/6) merilis hasil penemuannya terkait pandangan publik soal solusi dua negara (two state solution) Palestina-Israel. Dalam temuan Median, Israel menjadi negara yang paling tidak disukai publik dengan persentase 60,8%.

"5 negara yang paling tidak disukai publik ialah: (1) Israel 60,8%; (2) Amerika Serikat 9,2%; (3) India 5,5%; (4) Kamboja 4,6%; (5) China 3,1%," ungkap temuan Median.

Tak hanya itu, survei juga mencari tahu pendapat publik soal kemungkinan hubungan diplomatik Indonesia-Israel. Isu ini mencuat di akhir April, ketika Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Saat itu, Prabowo menyatakan membuka kemungkinan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dengan syarat Israel mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

"Terkait pernyataan bersama Presiden Prabowo dan Macron akan kemungkinan Indonesia mengakui dan membuka hubungan diplomatik dengan Israel hanya bila Israel mengakui kemerdekaan Palestina, sementara ini opini publik masih sangat buruk terhadap rencana itu," tulis keterangan Median.

74,9% responden menyatakan Indonesia tidak akan pernah membuka hubungan diplomatik atau mengakui Israel. Sementara 20,7% responden menilai Indonesia mungkin bisa membuka hubungan diplomatik dengan Israel, asalkan dengan syarat-syarat tertentu.

Terkait dengan syarat untuk mengakui Israel, sebanyak 13,0% responden sepakat syaratnya adalah Israel harus mengakui kemerdekaan Palestina dan 7,8% responden menyatakan Israel harus menghentikan perang di Palestina.

Di sisi lain, ada juga responden yang menyatakan syarat untuk mengakui Israel adalah jika Israel berhenti menyerang Iran atau berhenti berperang dengan negara tetangga.

"Data menunjukkan publik sepertinya bukan hanya terpengaruh oleh konflik Israel-Palestina, namun juga terpengaruh oleh situasi perang Israel-Iran yang baru saja terjadi," kata temuan Median.

Survei ini dilakukan dengan menyebar kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan di media sosial, dengan target pengguna aktif media sosial berusia 17-60 tahun. Metode yang digunakan adalah rancangan Non Probability Sampling.

Proses pengambilan data dilakukan pada 12-18 Juni dan terkumpul sebanyak 907 responden.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: