terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Mensos Puji Teddy saat Dialog Bareng Ortu Siswa Sekolah Rakyat: Bisa Jadi Contoh - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mensos Puji Teddy saat Dialog Bareng Ortu Siswa Sekolah Rakyat: Bisa Jadi Contoh
Jun 29th 2025, 13:47 by kumparanNEWS

Momen Seskab Teddy Indra Wijaya bersama Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi Sekolah Rakyat di kawasan Sentra Handayani Jakarta pada Minggu (29/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Momen Seskab Teddy Indra Wijaya bersama Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi Sekolah Rakyat di kawasan Sentra Handayani Jakarta pada Minggu (29/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul meninjau salah satu lokasi Sekolah Rakyat di Jakarta bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Mereka juga berdialog dengan para orang tua calon siswa maupun wali Sekolah Rakyat. Di hadapan para orang tua calon siswa, Gus Ipul menyanjung Teddy yang juga berangkat dari nol dalam proses kariernya.

"Pak Teddy ini masih muda, hebat, pinter, dan juga bisa jadi contoh Bapak/Ibu sekalian," ujar Gus Ipul di kawasan Sentra Handayani Jakarta pada Minggu (29/6).

"Dulu bukan beliau enggak susah, susah juga. Jadi dari orang susah juga, bukan orang serba berada, jadi beliau juga dari nol juga. Contoh yang baik, buat kita tidak boleh putus asa, berjuang, siapa tahu nanti bisa seperti pak Teddy," lanjutnya.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan di kawasan Sentra Handayani Jakarta pada Minggu (29/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan di kawasan Sentra Handayani Jakarta pada Minggu (29/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat adalah program Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pendidikan yang bermutu kepada anak-anak atau keluarga yang kurang mampu.

Gus Ipul mengatakan, dalam proses seleksi penerimaan siswa Sekolah Rakyat ini, kata dia, tidak ada yang akan ditolak. Namun, harus dipastikan memang berasal dari keluarga desil 1 dan 2.

"Kalau ada yang sakit, itu disembuhkan sampai sembuh baru, kemudian bisa di sekolah. Jadi pada dasarnya tidak ada yang ditolak. Selama aktivitasnya memenuhi, maka bisa sekolah di sekolah rakyat," tuturnya.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat di kawasan Sentra Handayani Jakarta disambut oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Minggu (29/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat di kawasan Sentra Handayani Jakarta disambut oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Minggu (29/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Beberapa orang tua murid juga mengeluhkan kondisi keluarganya kepada Gus Ipul dan Teddy. Salah satunya orang tua calon siswa bernama Galih Yahdan Atlantik.

Ia mengeluhkan dirinya menghidupi 4 orang anak dan berpenghasilan tak menentu.

"Di rumah jualan nasi uduk, kalau kelebihan dana. Kalau gak ada jadi buruh cuci. Rp 1,5 juta per bulan untuk 5 anggota keluarga, saya ibu tunggal," ujar Suratna, orang tua calon siswa itu.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: