terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Mensos Gus Ipul dan Menteri PU Cek Sekolah Rakyat di Jaktim - my blog
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan di kawasan Sentra Handayani Jakarta pada Minggu (29/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat di kawasan Sentra Handayani Jakarta, Minggu (29/6). Selain itu, turut hadir pula Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
Sekolah Rakyat tersebut berdiri di kawasan Sentra Handayani milik Kementerian Sosial yang terletak di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Pantauan di lokasi, Gus Ipul tiba sekitar pukul 09.15 WIB. Ia langsung memasuki salah satu ruangan. Di sana para orang tua calon siswa Sekolah Rakyat sudah menunggu.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan di kawasan Sentra Handayani Jakarta pada Minggu (29/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Sekolah Rakyat adalah salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mengusung konsep sekolah berasrama untuk keluarga kurang mampu.
Program ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang masuk desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Melalui program ini, masyarakat miskin bisa mendapat pendidikan yang mumpuni sehingga diharapkan bisa memutus mata rantai kemiskinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar