terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Hakim MK: Kohesi Sosial RI Makin Luntur, Kurikulum Sekolah Asing Harus Dibatasi - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hakim MK: Kohesi Sosial RI Makin Luntur, Kurikulum Sekolah Asing Harus Dibatasi
Jun 30th 2025, 15:26 by kumparanNEWS

Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengikuti sidang perdana perselisihan hasil Pemilu (PHPU) atau Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengikuti sidang perdana perselisihan hasil Pemilu (PHPU) atau Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Hakim MK, Arief Hidayat, menilai kohesi sosial Indonesia terus menurun bahkan luntur. Ia pun menyorot kurikulum sekolah internasional yang sarat akan materi kenegaraan.

Kohesi merupakan hubungan keserasian hubungan antarunsur. Bisa meliputi banyak hal seperti sosial dengan masyarakat.

"Kohesi sosial Indonesia itu sekarang sangat meluntur," kata Arief dalam sebuah seminar diskusi di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan pada Senin (30/6).

"Maka mari kita bersama jaga surga dunia ini jangan sampai tercerai berai," ucap dia.

Sejumlah anak mengikuti kegiatan belajar mengajar di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Sejumlah anak mengikuti kegiatan belajar mengajar di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Arief kemudian menyoroti bahaya pendidikan dari asing atau sekolah internasional yang diizinkan masuk ke Indonesia. Ia menilai, masalah kurikulum tidak bisa dikontrol oleh pemerintah.

"Ini yang bahaya apa? Kurikulumnya, kita enggak bisa kontrol mereka. Mengenai kurikulum. Ijazah di tingkat pendidikan dasar sampai ke tingkat pendidikan tinggi tidak ada kurikulum-kurikulum yang bisa kita kontrol," ucap dia.

"Sehingga kita harus kontrol betul, boleh sekolah asing masuk, tapi tetap kita harus mampu mengontrol mengenai kurikulumnya," sambungnya.

Sejumlah siswa mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah di SDN Pakualam 01, Tangerang Selatan, Banten, Senin (15/7/2024). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Sejumlah siswa mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah di SDN Pakualam 01, Tangerang Selatan, Banten, Senin (15/7/2024). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Menurutnya, bila kurikulum dari sekolah asing tak dibatasi, siswa-siswa mereka akan jarang terpapar materi nation and character building.

"Pendidikan adalah tonggaknya nation and character building. Bung Karno waktu itu kan menyatakan begini, yang penting pertama sebelum sumber daya alam semuanya diolah, yang harus diolah adalah nation and character building," ucap dia.

"Jiwa-jiwa yang tadinya inlander itu harus dimemerdekakan dulu. Itu yang penting Bung Karno menyatakan begitu," tandasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: