terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Wall Street Ditutup Menguat, Tiga Saham Andalan Hijau di Tengah Perang Tarif - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Wall Street Ditutup Menguat, Tiga Saham Andalan Hijau di Tengah Perang Tarif
Apr 14th 2025, 06:03, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS

Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street membukukan keuntungan besar pada Jumat (11/4), saat bank-bank besar memulai musim pendapatan kuartal pertama dan investor menutup buku pada minggu yang penuh gejolak dengan fluktuasi liar. Penyebabnya adalah kekacauan perang dagang multi-front Presiden AS Donald Trump.

Ketiga indeks utama AS mengakhiri sesi dengan kenaikan tajam setelah adanya jaminan dari Presiden Federal Reserve, Boston Susan Collins, soal kesiapan Fed menjaga pasar keuangan tetap berfungsi, jika diperlukan.

Mengutip Reuters, rata-rata Industri Dow Jones (.DJI) naik 619,05 poin atau 1,56 persen menjadi 40.212,71. Sementara S&P 500 (.SPX) naik 95,31 poin atau 1,81 persen menjadi 5.363,36. Nasdaq Composite (.IXIC) memperoleh 337,15 poin atau naik 2,06 persen menjadi 16.724,46.

Saham berfluktuasi sepanjang pekan akibat penangguhan tarif atas barang-barang Eropa dan eskalasi perang dagang antara AS dan China.

Salah satu tanda volatilitas yaitu perbedaan antara harga tertinggi dan terendah mingguan untuk S&P 500 adalah yang terlebar sejak akhir Maret 2020 ketika sebagian besar dunia terkunci selama pandemi.

S&P 500 dan Dow mencatatkan persentase kenaikan mingguan terbesar sejak November 2023, sementara Nasdaq mencatatkan kenaikan persentase mingguan terbesar sejak November 2022.

"Investor berada di tengah tarik menarik ini dan mencari beberapa tanda positif bahwa ketidakpastian yang benar-benar mengganggu pasar akan mereda. Ketidakpastian dan volatilitas adalah narasi investor baru," kata Chief Executive Officer di AXS Investments di New York, Greg Bassuk, dikutip dari Reuters, Senin (14/4).

Beijing membalas kenaikan tarif terbaru Trump ke tingkat efektif 145 persen. Perang dagang telah menyebabkan fluktuasi pasar intraday yang liar dan mendorong ekspektasi inflasi jangka pendek konsumen ke level terpanas sejak 1981. Periode pelaporan kuartal pertama dimulai dengan awal yang solid.

JPMorgan Chase (JPM.N), Morgan Stanley (MS.N), dan Wells Fargo (WFC.N), semuanya melaporkan laba yang lebih bagus dari perkiraan. Hanya saja, peringatan mengenai potensi perlambatan ekonomi akibat sengketa perdagangan telah meredam antusiasme terhadap sektor tersebut.

Analis saat ini memperkirakan pertumbuhan laba agregat S&P 500 sebesar 8,0 persen untuk kuartal I 2025, kurang optimistis dibandingkan pertumbuhan 12,2 persen yang diprediksi di awal kuartal, berdasarkan data London Stock Exchange (LSEG).

Data ekonomi menawarkan bukti lebih lanjut soal inflasi terus mereda, dengan indeks Harga Produsen Departemen Tenaga Kerja secara tak terduga turun sebesar 0,4 persen bulan lalu.

Namun dalam laporan terpisah, sentimen konsumen semakin memburuk. Ekspektasi inflasi satu tahun melonjak hingga 6,7 persen, level tertinggi sejak 1981.

Selain jaminan dari Collins, Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan ekonomi AS tidak memasuki periode inflasi tinggi dan pertumbuhan rendah, dan Federal Reserve AS akan bertindak untuk menjaga apa yang disebut "stagflasi".

Seluruh 11 sektor utama di S&P 500 terakhir berada di wilayah positif, dengan sektor material (.SPLRCM), dan teknologi (.SPLRCT), menikmati persentase keuntungan terbesar.

Citi memperkirakan S&P 500 akan mencapai 5.800 pada akhir tahun, turun dari target sebelumnya sebesar 6.500. Citi mengutip tarif dan tanda-tanda perlambatan ekonomi.

Jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 2,47 banding 1 di NYSE. Ada 60 harga tertinggi baru dan 341 harga terendah baru di NYSE. Di Nasdaq, 2.948 saham naik dan 1.467 saham turun karena jumlah saham yang naik melebihi yang turun dengan rasio 2,01 banding 1.

S&P 500 membukukan satu titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan 5 titik terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 21 titik tertinggi baru dan 147 titik terendah baru.

Volume di bursa AS adalah 19,19 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 18,74 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: