terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Trump Kecualikan Tarif Balasan untuk Smartphone-Elektronik dari China - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Trump Kecualikan Tarif Balasan untuk Smartphone-Elektronik dari China
Apr 13th 2025, 08:38, by Nicha Muslimawati, kumparanBISNIS

Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi pengecualian perihal tarif timbal balik 145 persen untuk smartphone, komputer, dan elektronik lainnya yang diimpor dari China. Langkah ini mempermudah perusahaan teknologi raksasa Apple yang produksinya masih bergantung pada China.

Dikutip dari Reuters, Minggu (13/4), US Customs and Borders Protection menerbitkan daftar kode tarif yang dikecualikan dari pajak impor. Pengecualian tersebut berlaku surut (retroaktif) mulai pukul 12:01 EDT pada tanggal 5 April.

Terdapat 20 kategori produk termasuk kode umum 8471 untuk semua komputer, laptop, disk drive, dan pemrosesan data otomatis. Kode tersebut juga mencakup perangkat semikonduktor, peralatan, chip memori, dan layar panel datar yang terbebas dari tarif timbal balik.

Selain dari China, Trump juga mengecualikan barang elektronik tertentu dari tarif dasar 10 persen ke beberapa negara lainnya. Hal ini dilakukan untuk meringankan biaya impor untuk semikonduktor dari Taiwan serta iPhone yang diproduksi di India.

"Masih ada ketidakpastian dan volatilitas yang jelas di masa mendatang dengan negosiasi Tiongkok ini. Perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Apple, Nvidia, Microsoft dan industri teknologi yang lebih luas dapat bernapas lega pada akhir pekan ini hingga Senin," kata Analis Wedbush Securities Dan Ives.

Berdasarkan informasi dari seorang pejabat Gedung Putih, pengecualian ini hanya berlaku untuk tarif timbal balik Trump yang naik menjadi 145 persen minggu ini terhadap China. Sementara bea masuk sebelumnya sebesar 20 persen untuk semua impor dari China tetap berlaku.

Trump juga disebut akan segera meluncurkan penyelidikan perdagangan keamanan nasional baru terhadap semikonduktor yang dapat menyebabkan tarif baru lainnya.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Trump telah menjelaskan bahwa AS tidak dapat bergantung pada China untuk memproduksi teknologi penting seperti semikonduktor, chip, telepon pintar, dan laptop.

Atas arahan Trump, perusahaan teknologi besar, termasuk Apple, Nvidia dan Taiwan Semiconductor sedang berusaha keras untuk memindahkan produksi mereka ke Amerika Serikat sesegera mungkin.

Pengecualian ini menunjukkan adanya kesadaran dalam pemerintahan Trump terhadap kerugian yang dapat ditimbulkan tarifnya terhadap konsumen yang lelah dengan inflasi.

Bahkan dengan tarif bea masuk yang lebih rendah sebesar 54 persen untuk impor dari China, analis memperkirakan harga iPhone flagship dapat melonjak menjadi USD 2.300 dari USD 1.599. Dengan tarif bea masuk 125 persen, ekonom dan analis mengatakan perdagangan AS-China sebagian besar dapat terhenti.

Baru-baru ini Apple menyewa penerbangan kargo dari India ke AS untuk mengangkut 600 ton iPhone atau sebanyak 1,5 juta unit, setelah meningkatkan produksi di sana dalam upaya untuk mengantisipasi tarif Trump.

Smarphone menjadi barang impor utama AS dari China pada 2024, dengan nilai USD 41,7 miliar. Selain itu, laptop buatan China berada di posisi kedua dengan nilai USD 33,1 miliar.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: