terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Mencari Nafkah Tak Melulu Harus di Jakarta - my blog
Sejumlah warga mengunjungi Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (28/1/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Sejak kecil, Marissa tak pernah membayangkan akan tinggal jauh dari Jakarta. Sebagai anak tunggal, dia selalu tumbuh dekat dengan keluarganya—dijemput pulang sekolah setiap hari, bahkan hingga SMA. Jakarta adalah rumah, dan tak ada alasan baginya untuk pergi jauh.
Namun keadaan berkata lain. Setelah lulus dari Program Studi Fisioterapi Universitas Indonesia dan bekerja di sebuah perusahaan telemedicine khusus fisioterapi, Marissa harus ikut pindah ke Yogyakarta. Maklum, kantor pusat tempatnya bekerja dipindahkan ke sana.
"Pengen kembali ke Jakarta sebenarnya, karena seumur hidup enggak ada planning merantau," ujar Marissa kepada kumparan, Selasa (22/4).
Marissa, perantau asal Jakarta yang bekerja di Yogyakarta. Foto: Dok. Pribadi
Meski begitu, Marissa menyebut dirinya tak memiliki pilihan lain. Selain bekerja di Yogyakarta, dirinya bakal tetap bertahan untuk meninggalkan Jakarta. Terpenting, kata dia, Yogyakarta jadi tempat yang cocok untuk slow living.
"Kalau di Yogya yang orang-orang bilang slow living itu bener ya. Jadi kehidupannya santai, gak terburu-buru, orang-orang gak emosian, tenang. Kalau di Jakarta, kita mau berangkat kerja pagi-pagi aja macet, terburu-buru, apa-apa ngantri naik KRL," jelasnya.
Gaya hidup slow living memang kerap kali dijadikan parameter untuk menemukan kebahagiannya di tengah hiruk pikuk pekerjaan. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), burnout menjadi "fenomena pekerjaan" terkait dengan stres kronis di tempat kerja dan tidak berhasil dikelola oleh diri sendiri.
Melihat Pola Migrasi di Seluruh Indonesia
Berdasarkan publikasi BPS berjudul Statistik Migrasi Indonesia Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 yang dirilis pada 20 Juli 2023 lalu, Jakarta tak lagi menarik bagi para perantau. Sementara itu, ada beberapa provinsi di Indonesia yang justru menarik banyak pendatang. Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat mencatat angka migrasi masuk yang sangat besar dari seluruh penjuru Indonesia.
Terdapat 778.524 orang yang melakukan migrasi masuk risen ke Jawa Tengah. Diikuti Jawa Barat dengan jumlah migrasi masuk risen mencapai 716.469. Sementara di DI Yogyakarta, tempat Marissa tinggal, jumlah migran risen masuknya mencapai 178.885.
Meski begitu, pola pergeseran angka migrasi di suatu wilayah lebih tepat dilihat melalui data migrasi neto. Data ini menunjukkan perubahan bersih dalam populasi karena migrasi, baik itu masuk maupun keluar.
Dengan kata lain, migrasi neto merupakan selisih antara jumlah imigran (penduduk yang masuk) dan jumlah migran (penduduk yang keluar) di suatu wilayah dalam periode tertentu.
Perhatikan data angka-angka minus di sini.
Jakarta di sini maksudnya kehilangan 585.011 orang lantaran mereka yang masuk lebih sedikit ketimbang mereka yang keluar. Selain Jakarta, nasib yang sama juga menimpa Papua yang kehilangan 30.256 orang.
Sementara itu, terdapat provinsi-provinsi lain yang menunjukkan migrasi neto positif. Hal itu dapat dilihat dari jumlah migran risen yang masuk ke wilayah itu jauh lebih banyak daripada yang keluar.
Di Jawa Tengah, jumlah migrasi neto mencapai 366.633. Selain Jawa Tengah, ada Jawa Barat yang juga menunjukkan hal serupa. Selisih jumlah migran masuk risen jauh lebih banyak dari migran risen yang keluar. Penambahannya mencapai mencapai 209.899 orang.
Skenario Mencari Nafkah di Luar Jakarta
kumparan lalu merangkum beberapa variabel bila memutuskan mencari nafkah di luar Jakarta. Mulai dari UMP, jumlah tenaga kerja, jumlah perusahaan, dan pertumbuhan ekonomi.
Begini elaborasinya.
Upah Minimum Provinsi (UMP)
Wilayah Jakarta masih jadi yang paling tertinggi dengan upah mencapai Rp 5.067.381. Kemudian ada Papua di posisi kedua dengan UMP Rp 4.024.270. Beberapa provinsi lain seperti Jawa Barat UMP-nya ada di angka Rp 2.057.495. Sementara DI Yogyakarta mencapai Rp 2.125.897. Adapun Jawa Tengah menjadi provinsi dengan UMP terendah yaitu Rp 2.036.947.
Provinsi
UMR
DKI Jakarta
Rp 5.067.381
Papua
Rp 4.024.270
Papua Pegunungan
Rp 4.024.270
Papua Selatan
Rp 4.024.270
Papua Tengah
Rp 4.024.270
Kepulauan Bangka Belitung
Rp 3.640.000
Sulawesi Utara
Rp 3.545.000
Aceh
Rp 3.460.672
Sumatera Selatan
Rp 3.456.874
Sulawesi Selatan
Rp 3.434.298
Kepulauan Riau
Rp 3.402.492
Papua Barat
Rp 3.393.500
Papua Barat Daya
Rp 3.393.500
Kalimantan Utara
Rp 3.361.653
Kalimantan Utara
Rp 3.361.653
Kalimantan Timur
Rp 3.360.858
Riau
Rp 3.294.625
Kalimantan Selatan
Rp 3.282.812
Kalimantan Tengah
Rp 3.261.616
Maluku Utara
Rp 3.200.000
Jambi
Rp 3.037.121
Gorontalo
Rp 3.025.100
Maluku
Rp 2.949.953
Sulawesi Barat
Rp 2.914.958
Sulawesi Tenggara
Rp 2.885.964
Bali
Rp 2.813.672
Sumatera Barat
Rp 2.811.449
Sumatera Utara
Rp 2.809.915
Sulawesi Tengah
Rp 2.736.698
Banten
Rp 2.727.812
Lampung
Rp 2.716.497
Kalimantan Barat
Rp 2.702.616
Bengkulu
Rp 2.507.079
Nusa Tenggara Barat
Rp 2.444.067
Nusa Tenggara Timur
Rp 2.186.826
Jawa Timur
Rp 2.165.244
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rp 2.125.897
Jawa Barat
Rp 2.057.495
Jawa Tengah
Rp 2.036.947
Jumlah Perusahaan
Berdasarkan data Kemnaker, jumlah perusahaan yang terdaftar dalam sistem Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) secara online di Indonesia pada Triwulan I Tahun 2025 mencapai 3.085.621 perusahaan.
Perusahaan mikro artinya memiliki 1-4 Tenaga Kerja. Adapun peruahaan kecil memiliki 5-19 tenaga kerja. Lalu perusahaan menengah memiliki 20-99 tenaga kerja. Kemudian perusahaan besar memiliki lebih dari 99 tenaga kerja Adapun tidak teridentifikasi berarti belum atau tidak melaporkan informasi tenaga kerja.
Provinsi
Mikro
Kecil
Menengah
Besar
Tidak Teridentifikasi
Jumlah
Jawa Barat
318.952
87.573
17.942
8.598
38.814
471.879
DKI Jakarta
263.434
74.035
22.895
10.645
54.685
425.694
Jawa Timur
233.936
50.732
11.439
5.002
30.377
331.486
Jawa Tengah
146.604
35.869
8.758
4.211
19.028
214.470
Banten
118.508
30.511
7.641
3.404
16.853
176.917
Sulawesi Selatan
79.813
12.628
2.195
1.114
5.170
100.920
Sumatera Utara
68.014
13.438
3.403
2.025
11.579
98.459
Bali
65.577
17.218
4.664
1.267
5.651
94.377
Kalimantan Timur
49.565
7.746
2.233
1.676
7.892
69.112
Riau
46.021
7.212
2.335
1.377
6.803
63.748
Sumatera Selatan
44.821
8.996
1.923
1.092
4.664
61.496
Lampung
46.143
8.120
1.458
667
4.550
60.938
Kalimantan Barat
41.703
6.072
1.268
912
4.701
54.656
Kalimantan Selatan
38.039
5.828
1.331
843
4.071
50.112
Kepulauan Riau
34.111
6.115
2.095
860
5.726
48.907
Sumatera Barat
35.129
5.631
1.271
483
3.739
46.253
Daerah Istimewa Yogyakarta
29.597
8.038
1.882
777
3.922
44.216
Aceh
32.249
4.944
933
404
4.103
42.633
Nusa Tenggara Timur
33.342
5.527
868
247
1.826
41.810
Nusa Tenggara Barat
29.721
6.502
1.199
384
2.300
40.106
Kalimantan Tengah
25.506
3.309
798
701
2.388
32.702
Sulawesi Tengah
25.812
3.544
738
341
2.059
32.494
Jambi
23.571
3.504
1.082
549
3.244
31.950
Sulawesi Tenggara
24.870
3.720
702
312
2.231
31.835
Sulawesi Utara
19.543
3.914
882
405
1.941
26.685
Bengkulu
17.363
2.445
533
228
1.370
21.939
Kepulauan Bangka Belitung
13.254
2.686
639
268
1.223
18.070
Maluku
11.831
1.353
341
157
964
14.646
Papua
10.814
1.866
321
133
503
13.637
Sulawesi Barat
11.134
1.524
181
88
523
13.450
Kalimantan Utara
10.794
1.226
282
185
851
13.338
Kalimantan Utara
10.794
1.226
282
185
851
13.338
Maluku Utara
8.861
1.237
194
133
810
11.235
Papua Barat
8.563
925
131
68
529
10.216
Gorontalo
7.165
1.312
338
113
764
9.692
Papua Barat Daya
5.089
641
153
74
450
6.407
Papua Tengah
4.017
964
141
86
186
5.394
Papua Pegunungan
3.574
698
68
4
46
4.390
Papua Selatan
3.234
539
53
28
342
4.196
Jakarta berada di urutan ke-2 terbanyak dengan jumlah perusahaan mencapai 425.694. Sementara itu, wilayah Jawa Barat berada di urutan ke-1 yang memiliki jumlah perusahaan paling banyak mencapai 471.879.
Namun memang bila dilihat dari skalanya, Jakarta merupakan provinsi dengan jumlah perusahaan besar terbanyak, yaitu di angka 10.645. Diikuti dengan Jawa Barat 8.598
Jumlah Tenaga Kerja
Di bawah ini adalah data akumulasi tenaga kerja peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan menurut provinsi. Datanya per Maret 2025.
Terlihat bahwa pekerja terbanyak saat ini ada di DKI Jakarta yaitu 7.813.606. Kemudian diikuti Jawa Timur di angka 4.847.443 dan Jawa Barat di angka 4.749.904.
No.
Provinsi
Jumlah Tenaga Kerja
1
DKI Jakarta
7.813.606
2
Jawa Timur
4.847.443
3
Jawa Barat
4.749.904
4
Jawa Tengah
4.010.387
5
Banten
2.683.372
6
Sumatera Utara
1.913.244
7
Kalimantan Timur
1.291.076
8
Sulawesi Selatan
1.064.245
9
Bali
1.061.885
10
Riau
998.168
11
Sumatera Selatan
859.684
12
Kalimantan Selatan
679.613
13
Kalimantan Barat
641.733
14
Kepulauan Riau
608.199
15
Kalimantan Tengah
563.894
16
DI Yogyakarta
536.992
17
Sumatera Barat
509.661
18
Nusa Tenggara Barat
505.443
19
Sulawesi Tengah
503.580
20
Lampung
488.317
21
Jambi
479.728
22
Sulawesi Utara
457.394
23
Aceh
408.958
24
Papua Barat
347.500
25
Papua
329.661
26
Nusa Tenggara Timur
326.280
27
Sulawesi Tenggara
288.072
28
Gorontalo
242.826
29
Maluku Utara
240.989
30
Kalimantan Utara
191.903
31
Bengkulu
168.987
32
Kep. Bangka Belitung
167.000
33
Maluku
154.876
34
Sulawesi Barat
61.476
Pertumbuhan Ekonomi
Wilayah Jakarta tidak masuk dalam 10 provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi. Justru provinsi-provinsi lain seperti Maluku Utara bertengger di posisi pertama dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 13,73 persen. Ini adalah data pertumbuhan ekonomi daerah untuk tahun 2024.
Kemudian, Sulawesi Tengah berada di urutan ke-2 pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai angka 9,89 persen. Disusul dengan Kalimantan Timur dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,17 persen.
Jakarta sendiri mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9 persen, menempatkannya di posisi nomor 18 nasional. Meski berada di tengah, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Ibu Kota menjadi yang terbesar di Indonesia dengan angka Rp 3.679,36 triliun.
Adapun provinsi dengan PDRB terbesar nomor dua dan nomor tiga adalah Jawa Timur di angka Rp 3.168,30 triliun, serta Jawa Barat sebesar Rp 2.823,34 triliun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar