terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Tips Mengelola THR Biar Duitnya Nggak Langsung Ludes - my blog
Mar 28th 2025, 15:09, by teman kumparan, teman kumparan
Ilustrasi THR. Foto: Arif Budi C/Shutterstock
Menjelang Lebaran, setiap pekerja di Indonesia akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan masing-masing. Ini termasuk hak karyawan yang telah dijamin oleh regulasi ketenagakerjaan pemerintah.
Pencairan THR sengaja dimaksudkan untuk membantu karyawan membeli keperluan Lebaran, seperti makanan, baju, mudik, hingga uang pecahan untuk dibagikan. Bagi beberapa orang, saking banyaknya keperluan menjelang hari raya, duit THR malah ludes dalam waktu cepat.
Karenanya, penting untuk mengetahui cara mengelola duit THR dengan baik. Lantas, bagaimana caranya? Apa saja yang harus dilakukan? Yuk, simak tips dari teman kumparan di bawah ini.
Tips Mengelola THR
Ilustrasi THR. Foto: Melimey/Shutterstock
Dalam pengelolaan uang THR, teman kumparan Ofi menganjurkan untuk membuat perencanaan keuangan terlebih dahulu. Sebaiknya, lakukan perencanaan sejak 2 bulan sebelum Lebaran agar saat Ramadhan bisa fokus beribadah dan tidak diganggu dengan hal tersebut.
"Kalau aku, sih, (buat perencanaan) sejak satu bulan sebelum puasa, jadi nggak ngos-ngosan bagi-bagi ke masing-masing pos-posnya," ucap Ofi.
Pos yang dimaksud Ofi adalah pos uang untuk membeli makanan Lebaran, pos uang untuk mudik, dan sebagainya. Dengan menyusun pos-pos keuangan, kamu bisa mengetahui aliran dana THR-mu. Jadi, tak akan ada pengeluaran yang impulsif atau melenceng dari rencana awal.
Setiap menjelang Lebaran memang akan ada banyak godaan untuk belanja secara impulsif. Apalagi, banyak toko atau brand-brand yang menawarkan diskon menggiurkan. Namun, ingatkan dalam diri bahwa semua itu bukanlah kebutuhan, melainkan keinginan.
Sebenarnya, tak ada salahnya juga untuk memenuhi keinginan, tapi pastikan barang yang dibeli sesuai dengan kemampuan finansial. Jangan FOMO alias ikut-ikutan membeli barang yang sebenarnya tidak begitu penting.
"Menurut aku, euforia kemeriahan sama dengan jebakan finansial," ucap Ofi. "Dari beli hampers mewah, jajan makanan yang katanya limited edition, sampai FOMO gadget baru karena buat konten Lebaran. Semua menggoda, tapi kalau dompet bilang no, maka jangan dibeli."
Selain itu, ia juga menekankan untuk tidak memandang THR sebagai uang kaget. Sebab, persepsi ini biasanya akan mendorong seseorang untuk berbelanja sesuka hati.
Saran Ofi, mulailah menganggap THR sebagai uang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. "Sisihkan dulu buat yang wajib, baru deh pakai buat yang lain," ucapnya.
Di samping itu, jangan lupa untuk menabung atau investasi agar setelah Lebaran masih ada uang yang tersisa, bukan cuma sisa struk belanja impulsif.
Yuk join teman kumparan, temukan ribuan teman baru dan cerita-cerita seru sesuai minatmu! Klik kum.pr/temankumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar