terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Penerimaan Pajak Anjlok 30,19% hingga Februari 2025, Baru Terkumpul Rp 187,8 T - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Penerimaan Pajak Anjlok 30,19% hingga Februari 2025, Baru Terkumpul Rp 187,8 T
Mar 13th 2025, 13:33, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Kinerja penerimaan pajak hingga akhir Februari 2025 mengalami penurunan signifikan. Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat realisasi penerimaan pajak hanya mencapai Rp 187,8 triliun atau 8,6 persen dari target APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 2.189 triliun.

"Penerimaan pajak Rp 187,8 triliun (hingga akhir Februari 2025) atau 8,6 persen dari target," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (13/3).

Berdasarkan catatan kumparan, penerimaan pajak menunjukkan kontraksi tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, hingga Februari 2024, penerimaan pajak mencapai Rp 269,02 triliun, yang berarti ada penurunan sebesar 30,19 persen secara tahunan (year-on-year).

Di samping itu, penerimaan pajak bruto hingga Februari 2025 hanya mencapai Rp 298,8 triliun, dengan rincian Januari Rp 159,05 triliun dan Februari Rp 139,82 triliun.

Bukan Anomali, Tren Musiman

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menegaskan penurunan penerimaan pajak pada awal tahun bukanlah hal yang luar biasa. Menurutnya, ini merupakan pola yang berulang setiap tahun.

"Jadi kalau kita lihat dalam 4 tahun terakhir mulai 2022-2024 itu polanya sama. Desember naik cukup tinggi karena ada efek Nataru akhir tahun dan kemudian menurun di Januari dan Februari itu sama setiap tahun. Jadi tidak ada hal yang anomali. Sifatnya normal saja," jelas Anggito.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Namun, ia juga mengakui penerimaan pajak pada Januari-Februari 2025 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebab utama adalah penurunan harga komoditas yang berpengaruh terhadap penerimaan pajak dari sektor terkait.

"Kalau kita lihat kenapa kok Januari-Februari 2025 lebih rendah? Ini karena ada beberapa faktor. Pertama karena penurunan harga komoditi antara lain batubara 11,8 persen, Brent 5,2 persen dan nikel 5,9 persen," ungkapnya.

Penerimaan Pajak Januari 2025 Anjlok 41,86 Persen

Tidak hanya secara kumulatif hingga Februari, penerimaan pajak pada Januari 2025 juga mencatatkan penurunan tajam. Dalam laporan APBN Kita edisi Februari 2025, penerimaan pajak di bulan pertama tahun ini hanya terkumpul Rp 88,89 triliun. Angka tersebut merosot hingga 41,86 persen dibandingkan Januari 2024 yang mencapai Rp 152,89 triliun.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: