terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Airlangga Harap Kinerja APBN Maret 2025 Bisa Meningkat - my blog
Mar 14th 2025, 13:33, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Maret 2025 mengalami peningkatan.
"Ya tentu kita berharap [APBN] di bulan Maret ada peningkatan," kata Airlangga kepada wartawan di acara BINA Diskon Lebaran 2025 di Lippo Mal Nusantara, Jakarta, Jumat (14/3).
Kata Airlangga, biasanya wajib pajak yang melapor untuk Surat Setoran Pajak (SSP) 2024 lalu akan masuk pada bulan Maret 2025.
"Kan perpajakan itu yang laporan untuk SSP 2024 itu masuknya bulan Maret," lanjut dia.
Airlangga meneruskan, sebetulnya perusahaan-perusahaan di RI jika dilihat dari proksi capital market, year on year (yoy) pada tahun 2024 profitnya masih tergolong baik.
"Kita optimis daya beli masyarakat bisa tertahan," ucap Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengumumkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Februari 2025. Hasilnya, APBN mengalami defisit Rp 31,2 triliun atau 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada periode tersebut.
Defisit tersebut berbanding terbalik dengan surplus Rp 26 triliun atau 0,11 persen dari PDB yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
"Dari total keseimbangan, terjadi defisit Rp 31,2 triliun di akhir Februari 2025 atau 0,13 persen dari PDB. Defisit ini masih dalam target desain APBN," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (13/3).
Sri Mulyani juga menjelaskan pendapatan negara hingga akhir Desember 2024 mencapai Rp 316,9 triliun. Angka tersebut setara 10,5 persen dari target Rp 3.005 triliun di 2025.
Lebih rinci, pendapatan negara melalui penerimaan pajak hanya mencapai Rp 187,8 triliun atau 8,6 persen dari target APBN 2025 yang ditetapkan senilai Rp 2.189 triliun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar