terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Transaksi Saham Tembus Rp 38,706 Triliun di Sesi I, Apa Penyebabnya? - my blog
Warga melihat layar pergerakan saham di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Transaksi saham pada penutupan saham sesi I perdagangan pada Senin (9/12). Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 705.367 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 20,315 miliar saham senilai Rp 38,706 triliun.
Pada awal pembukaan perdagangan, transaksinya sudah mencapai Rp 34,9 triliun. Senior Analyst Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji, menjelaskan transaksi saham yang melonjak kali ini dipengaruhi salah satunya karena Presiden Prabowo Subianto yang kerap melakukan pertemuan bilateral dengan berbagai negara untuk komitmen investasi di Tanah Air.
"Sementara kalau dari domestik kita melihat sejauh mana program pemerintah baru itu bisa memberikan efek yang berarti untuk market. Kita lihat kemarin Prabowo banyak pertemuan bilateral dengan banyak negara dengan misi diplomasi untuk meningkatkan komitmen investasi di Tanah Air," ungkap Nafan Aji kepada kumparan, Senin (9/12).
Nafan membeberkan komitmen investasi yang ditawarkan Presiden Prabowo ke berbagai negara memacu market transaksi saham di BEI melejit.
"Memang banyak sekali komitmen yang masuk ke Indonesia hampir masuk Rp 300 triliun. Ini merupakan katalis yang baik dari pemerintah baru, itu dari hemat saya. Hasilnya IHSG rebound mengalami kenaikan," jelas Nafan.
Selain sentimen di dalam negeri, ada pula sentimen dari luar negeri yang turut mempengaruhi transaksi saham hari ini. Nafan menyebut, ada kaitannya dengan efek Trump yang kian mereda.
"Apalagi efek dari Trump juga sudah cukup mereda ya misalnya Hawkish Trump's Cabinet Effect kemudian Trump's Taper Tantrum Effects ini sudah terlihat mereda," ungkap Nafan.
"Ini menarik ya karena pergerakan IHSG terjadi rebound ketika para pelaku pasar mempricing terkait dengan potensi The Fed membuka suku bungan acuan di Desember ini bisa diatas 80 persen ya," lanjutnya.
Sehingga, kata Nafan, efek tersebut memberikan harapan yang berarti di pembentukan transaksi saham hari ini.
"Ini memberikan harapan yang berarti bahwa ada satu cost di IHSG dapat terbuka lebar, ini yang bisa membuat IHSG berada di zona positif selama bulan Desember," tutur Nafan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar