terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Psikolog: Tips Menghadapi Anak yang Punya Sifat Kritis - my blog
Aksi anak kedua Deddy Mahendra Desta, Miskha, sempat ramai di media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah ke TikTok @Desta80s, terlihat Miskha melayangkan protes ke sang ayah.
Dalam video yang diunggah tersebut, Miskha menegur ayahnya karena dianggap berpose terlalu dekat dengan seorang wanita dalam sebuah sesi foto.
Miskha juga menanyakan siapa perempuan tersebut dan meminta Desta untuk menjaga jarak. Desta pun tampak kaget, namun tetap menunjukkan senyuman. Ia tetap meresponsnya dengan tenang.
Tanggapan Psikolog soal Tips Menghadapi Anak yang Bersikap Kritis
Mempunyai anak yang kritis seperti Miskha sebenarnya punya banyak dampak positif. Anak yang bersikap kritis, biasanya punya rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu berusaha menemukan solusi dari setiap masalah yang dihadapi.
Menanggapi hal tersebut, Psikolog Anak dan Keluarga Ruang Mekar Azlia, Dhisty Azlia Firnady menyebut, ada beberapa tips yang bisa dilakukan bila menghadapi anak yang punya sikap kritis, seperti:
1. Dengarkan dengan Baik
Pertama, dengarkan dengan baik dan beri respons positif atas pertanyaan atau pendapat anak. Kemudian buka ruang diskusi.
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Selfmade studio/Shutterstock
''Buka ruang diskusi dan beri ruang belajar. Perkaya pengetahuan umum anak dari percakapan sehari-hari dan aktivitas baca buku,'' ujar Dhisty kepada kumparanMOM, Minggu (8/12).
2. Beri Jawaban yang Logis dan Rasional
Jangan ragu untuk mengakui jika orang tua belum tahu jawabannya. Serta bisa pula ajak anak untuk mencari tahu bersama jawabannya.
3. Dorong Anak untuk Bertanya
Cobalah untuk memberikan pertanyaan mendalam pada anak. Pastikan pertanyaannya terbuka, seperti: "Menurutmu bagaimana jika…"; "Kenapa…..?"
''Selain itu, ajarkan etika komunikasi asertif dan tetap jaga nilai-nilai sosial dalam berkomunikasi,'' pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar