terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
OJK Minta Masyarakat Jeli Lihat Investasi dan Pinjol Jelang Natal dan Tahun Baru - my blog
Dec 10th 2024, 11:21, by Tim Manado Bacirita, Manado Bacirita
Ilustrasi Pinjaman Online (Pinjol) ilegal.
MANADO - Jelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap berbagai bahaya penawaran investasi ilegal dan pinjaman online (Pinjol) ilegal, yang marak disebar oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Untuk terhindar dari bahaya tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) meminta masyarakat untuk terlebih dahulu memperhatikan unsur legalitas perusahaan dan logis atau tidaknya penawaran yang diberikan.
Kepala OJK Sulutgomalut, Robert Sianipar, menyebut selain harus mengedukasi masyarakat, pihaknya juga telah membentuk Satuan Tugas Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) serta kanal-kanal pengaduan yang dapat diakses oleh masyarakat.
"Untuk penanganan, kita sudah membentuk satgas PASTI, kita juga punya berbagai kanal pengaduan seperti Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK)," ujar Robert.
Dari data OJK Sulutgomalut, diketahui hingga November 2024, khusus aduan terkait pinjol telah mencapai 96 aduan, dengan yang terbanyak terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dengan 61 aduan.
Oleh karena itu, Robert meminta masyarakat untuk lebih bijak menyikapi setiap penawaran dan memastikan jika jumlah pinjaman sepadan dengan kemampuan bayar.
"Pinjaman online boleh saja, tetapi perlu mengecek dulu legal perusahaan dan logis atau tidak penawarannya. Juga masyarakat perlu melihat kemampuan bayarnya," ujarnya menambahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar