terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
2 dari 3 Anak di Deli Serdang yang Dianiaya Tetangganya Meninggal Dunia - my blog
Dec 10th 2024, 12:29, by Tri Vosa Febiola Ginting, kumparanNEWS
Ilustrasi kekerasan pada anak. Foto: Shutterstock
Tiga bocah usia 2 tahun, 4 tahun, dan 7 tahun, di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, ditikam secara brutal oleh seorang pria pada Senin (9/12). Kondisi terkininya, 2 korban meninggal dunia.
"Kondisi ketiga korban, kita dapat informasi ini salah satu yang paling kecil usia 2 tahun inisial DS itu tak tertolong dan meninggal (kemarin)," kata Kapolsek Medan Tembung Kompol Jhonson Sitompul saat ditemui di kantornya, Selasa (10/12).
"Kemudian dua lagi dirawat, tapi tadi pagi kita dapat informasi bahwasanya yang usia 4 tahun tidak tertolong sehingga meninggal. Artinya dua orang yang meninggal," sambungnya.
Sementara, korban yang berusia 7 tahun masih dirawat secara intensif lantaran kritis.
Pelaku Ditangkap, Motif Belum Diketahui
Jhonson menuturkan, pelaku sudah ditangkap dan diserahkan ke Satreskrim Polrestabes Medan. Untuk itu, ia tak bisa membeberkan motif aksi penikaman itu.
"Benar kasus ini sudah kami limpahkan ke Polres mengingat korbannya masih anak-anak sehingga penanganannya lebih spesifik oleh Satreskrim unit Pelayanan Perempuan dan Anak," jelasnya.
"Nanti pimpinan kami yang menyampaikan," tutupnya.
Aksi penikaman ini terjadi pada Senin (9/12) kemarin. Pelaku yang belum dirinci identitasnya menikam ketiga korban dengan brutal sehingga harus mendapatkan perawatan intensif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar