terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Hakim MK: Bagi Saya Bung Karno Itu Setengah Nabi, Visioner Sekali - my blog
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, menyinggung peran besar dari Presiden pertama RI, Sukarno.
Arief menilai, Bung Karno merupakan sosok visioner. Baginya, Bung Karno sudah seperti setengah Nabi.
"Bung Karno bagi saya, setengah Nabi sudah itu. Visioner sekali dan betul apa yang disampaikan oleh Bung Karno (soal Pancasila)," ujar Arief dalam sebuah seminar diskusi di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan pada Senin (30/6).
Ketua Majelis Hakim Arief Hidayat memimpin sidang uji materi UU KPK di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (8/1/2020). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Arief lantas menceritakan sejarah pertemuan Bung Karno dengan eks Presiden Yugoslavia, Josip Broz Tito.
"Pak Tito juga bertanya kepada Bung Karno, 'kalau Tuan Sukarno, kalau sudah enggak ada, Anda meninggal, Anda sudah meninggalkan apa kepada republik ini?'," ucap Arief menirukan Tito.
"Jawab Bung Karno, 'Saya sudah meninggalkan Pancasila yang sudah saya gali dari bumi Nusantara'," tambahnya.
Menurut Arief, Bung Karno sangat visioner karena dengan Pancasila, RI bisa tetap utuh. Berbeda dengan Yugoslavia yang kini terpecah menjadi beberapa negara kecil.
"Karena setelah 50 tahun kemudian, yang terbukti benar siapa? Bung Karno," ucap Arief.
"Yugoslavia itu terpecah-pecah menjadi 9 negara kecil, saya sudah berkunjung ke lima negara di antaranya. Sudah kecil-kecil mereka. Tapi Bung Karno, Indonesia, masih tetap NKRI. Berdasarkan Pancasila," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar