terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Pengusaha Sebut Butuh Lebih Banyak Insentif Buat Bangun Pabrik di RI - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pengusaha Sebut Butuh Lebih Banyak Insentif Buat Bangun Pabrik di RI
Apr 17th 2025, 16:40 by kumparanBISNIS

Ilustrasi Pabrik Manufaktur. Foto: AuthenticVision/Shutterstock
Ilustrasi Pabrik Manufaktur. Foto: AuthenticVision/Shutterstock

Pengusaha elektronik saat ini membutuhkan lebih banyak insentif untuk membangun pabrik di Indonesia. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), Daniel Suhardiman, mengatakan dari sisi kepastian investasi, tenaga kerja, maupun keamanan di negara lain lebih baik dibandingkan Indonesia, salah satunya China.

"Tidak ada alasan satu pun bagi produsen industri Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia, itu pemerintah harus paham. Tidak ada alasan, tenaga kerja, mereka cukup. Bahan baku, skala ekonomis, mereka lebih banyak, kepastian mengenai investasi, keamanan, pajak, mereka relatif lebih baik," tutur Daniel dalam gelaran Diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin), Kamis (17/4).

Daniel menjelaskan, pemerintah China lebih banyak memberikan insentif untuk menarik modal investor. Ia pun meminta pemerintah Indonesia mencontoh hal tersebut, dengan membuat kebijakan yang mendukung iklim usaha.

"Jadi tidak ada satu hal pun yang membuat mereka itu bisa memutuskan, oh iya lah, untuk pasar di Indonesia lebih baik, bangun pabrik di Indonesia, itu omong kosong, kalau tidak di trigger oleh pemerintah dalam bentuk kebijakan," terangnya.

Daniel sebelumnya menyoroti ketertinggalan Indonesia dalam standardisasi produk elektronik, termasuk untuk produk impor yang masuk ke Tanah Air. Terlebih Indonesia kebijakan Non Tariff Measure (NTM) yang dianggap lebih longgar dari negara lain.

"NTM, SNI, energy label, terus persyaratan lingkungan, kita paling tertinggal itu, kalau di luar ya sudah tidak boleh pakai ROHS, itu kita masih boleh saja barang itu masuk," jelasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: