terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Mengenal Siapa Itu Kardinal, Para ‘Pangeran’ Gereja Pemilih Paus Baru - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mengenal Siapa Itu Kardinal, Para 'Pangeran' Gereja Pemilih Paus Baru
Apr 27th 2025, 17:08, by Tiara Hasna R, kumparanNEWS

Kardinal Camerlengo Kevin Joseph Farrell, berdiri di depan jenazah Paus Fransiskus di dalam Basilika Santo Petrus di Vatikan, Rabu (23/4/2025). Foto: Andrew Medichini/Pool via REUTERS
Kardinal Camerlengo Kevin Joseph Farrell, berdiri di depan jenazah Paus Fransiskus di dalam Basilika Santo Petrus di Vatikan, Rabu (23/4/2025). Foto: Andrew Medichini/Pool via REUTERS

Para kardinal dari berbagai negara berkumpul di Roma, bersiap memulai konklaf untuk memilih pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada usia 88 tahun.

Siapa sebenarnya para kardinal ini?

Pejabat Tinggi Gereja Katolik

Mengutip AFP, kardinal, dari bahasa Latin cardinalis yang berarti "kepala sekolah", adalah pejabat tinggi yang ditunjuk Paus untuk membantunya mengelola Gereja.

Sebagian besar kementerian utama di Tahta Suci dipimpin oleh para kardinal.

Secara resmi, gelar mereka adalah Kardinal Gereja Roma Suci. Mereka membentuk Dewan Kardinal yang dipimpin seorang dekan —saat ini Giovanni Battista Re (91 tahun) asal Italia— dan berada di jajaran tertinggi hierarki Katolik.

Sebagian besar kardinal juga menjabat sebagai uskup di berbagai keuskupan dunia, sementara lainnya berkarya di Kuria, pemerintahan Vatikan, dan bermukim di Roma.

Pemilih Paus Baru

Para kardinal menghadiri pemakaman mantan Paus Benediktus di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 5 Januari 2023. Foto: Guglielmo Mangiapane/REUTERS
Para kardinal menghadiri pemakaman mantan Paus Benediktus di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 5 Januari 2023. Foto: Guglielmo Mangiapane/REUTERS

Dari 252 kardinal yang ada, hanya 135 yang berhak memilih Paus baru. Syaratnya, mereka harus berusia di bawah 80 tahun.

Dalam konklaf yang digelar secara tertutup di Kapel Sistina, para kardinal akan mengikuti serangkaian aturan dan ritual ketat dalam menentukan pemimpin baru Gereja.

Diciptakan Bukan Diangkat

Seorang kardinal tidak sekadar diangkat, melainkan "diciptakan" melalui dekrit paus.

Tradisi ini berakar dari praktik Romawi kuno, yang menilai penciptaan sebagai pengakuan atas kualitas pribadi, bukan untuk mengisi jabatan kosong.

Menurut aturan Vatikan, dilansir AFP, paus memilih kardinal dari mereka yang dinilai "menonjol dalam doktrin, kebajikan, kesalehan, dan kehati-hatian".

Kardinal Ignatius Suharyo. Foto: Tiziana Fabi/AFP
Kardinal Ignatius Suharyo. Foto: Tiziana Fabi/AFP

Di Indonesia, sosok itu diwakili oleh satu orang: Kardinal Ignatius Suharyo.

Dalam konklaf yang segera digelar, Suharyo juga memiliki hak untuk memilih dan dipilih sebagai Paus.

Suharyo menjadi satu dari 13 kardinal baru yang ditahbiskan oleh Paus Fransiskus pada 1 September 2019. Suharyo diberi gelar Kardinal Imam Spirito Santo alla Ferratella.

Warna Merah Kardinal

Kardinal mengenakan jubah merah tua, warna yang dulu menjadi simbol otoritas di Senat Romawi.

Warna ini juga melambangkan kesiapan untuk menumpahkan darah demi iman. Mereka mengenakan cincin, salib dada, tongkat gembala, dan mitra dalam berbagai upacara gerejawi.

Cermin Pandangan Paus

Pemilihan kardinal kerap mencerminkan arah pandang Paus. Selama masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus banyak mengangkat kardinal dari wilayah "pinggiran" dunia Katolik — kawasan yang sebelumnya jarang mendapat perhatian Roma.

Langkah ini menciptakan gambaran Gereja yang lebih global dan memperluas representasi dalam konklaf mendatang.

Perubahan Hak Istimewa

Seorang kardinal dilantik oleh Paus Francis, pada upacara konsistori, di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Sabtu (28/11). Foto: Vatican Media/Handout via REUTERS
Seorang kardinal dilantik oleh Paus Francis, pada upacara konsistori, di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Sabtu (28/11). Foto: Vatican Media/Handout via REUTERS

Dulu, kardinal menikmati banyak hak istimewa, termasuk ruang khusus saat bepergian dan fasilitas eksklusif. Namun, Konsili Vatikan II mengurangi sebagian besar keistimewaan itu.

Fransiskus melanjutkan reformasi ini.

Pada 2021, ia memangkas gaji para kardinal untuk membantu stabilitas keuangan Vatikan selama pandemi.

Dua tahun kemudian, ia menetapkan para kardinal tidak lagi bebas tinggal di apartemen Vatikan tanpa membayar sewa.

Pewaris Tradisi dan Agen Perubahan

Dengan gelar "Yang Mulia", para kardinal tetap menjadi sosok sentral dalam kehidupan Gereja.

Namun, di bawah kepemimpinan Fransiskus, peran mereka mulai bergerak mengikuti perubahan zaman, menjaga tradisi sekaligus menyesuaikan diri dengan tantangan baru.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: