terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Kondisi Korban Priguna: Kerap Pusing, Telinga Berdenging, Efek Obat Bius - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kondisi Korban Priguna: Kerap Pusing, Telinga Berdenging, Efek Obat Bius
Apr 17th 2025, 14:48 by kumparanNEWS

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan saat ditemui wartawan, Senin (14/4/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan saat ditemui wartawan, Senin (14/4/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan mengungkap kondisi 3 perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual eks residen dokter anestesi di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Priguna Anugerah Pratama.

Dia mengatakan para korban hingga saat ini kerap mengalami pusing dan berdenging di telinga akibat obat bius.

"Untuk korban ada efek obat bius yang dimasukkan ke tubuh korban, pusing, telinganya masih berdenging," tuturnya saat ditemui wartawan di Mapolda Jabar, Kamis (17/4).

"Yang jelas masih ada efek obat bius," katanya.

Priguna Anugerah Pratama dokter PPDS di RSHS Bandung tersangka pemerkosaan anak perempuan pasien, dihadirkan saat konferensi pers di Polda Jawa Barat, Rabu (9/4/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Priguna Anugerah Pratama dokter PPDS di RSHS Bandung tersangka pemerkosaan anak perempuan pasien, dihadirkan saat konferensi pers di Polda Jawa Barat, Rabu (9/4/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Seperti diketahui, Priguna melakukan pemerkosaan terhadap anak pasien di lantai 7 gedung RSHS Bandung pada 18 Maret 2025 dini hari. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, Priguna menyuntikkan obat bius sebanyak 15 kali kepada perempuan usia 21 tahun itu sebelum melakukan aksinya.

Dia berdalih melakukan transfusi darah untuk ayah korban yang sedang kritis dirawat di RSHS.

Dalam pengembangan, ternyata ditemukan 2 perempuan laninnya yang menjadi korban Priguna. Mereka adalah pasien RSHS, berusia 21 dan 31 tahun. Kejadiannya pada 10 dan 16 Maret 2025.

Terhadap 2 korban ini, penyidik Polda Jabar mengungkap, Priguna juga terlebih dulu melakukan pembiusan. Dalihnya transfusi darah dan tes alergi obat bius.

Dari mana Priguna memperoleh obat tersebut?

Surawan mengatakan ada dugaan Pruguna membawa obat itu sendiri. Namun, dia bilang pihaknya masih mendalami hal tersebut.

"(Priguna membawa obat sendiri?) Masih kami dalami bersama dengan rumah sakit terkait penggunaan obat-obatan," ucapnya.

Priguna menggunakan modus bius untuk memperkosa korban-korbannya. Polisi menyebut ia diduga punya kelainan seksual yakni fetish terhadap orang pingsan, atau yang dikenal dengan istilah Somnophilia.

Surat izin praktik Priguna pun sudah dicabut. Ia tidak bisa praktik seumur hidup. Priguna terancam hukuman 17 tahun penjara.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: