terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Jepang Diskon Harga Bensin-Listrik untuk Redam Dampak Kebijakan Trump - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Jepang Diskon Harga Bensin-Listrik untuk Redam Dampak Kebijakan Trump
Apr 27th 2025, 17:10, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS

Ilustrasi Jinrikisha di Asakusa, Tokyo, Jepang. Foto: FOTOGRIN/Shutterstock
Ilustrasi Jinrikisha di Asakusa, Tokyo, Jepang. Foto: FOTOGRIN/Shutterstock

Jepang telah menyusun paket ekonomi darurat untuk mengantisipasi dampak kebijakan impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Perdana Menteri Jepang Shigeri Ishiba mengatakan, kebijakan ini dibuat untuk mengurangi dampak tarif baru itu terhadap sektor industri dan rumah tangga Negeri Sakura.

Mengutip Reuters, paket tersebut mencakup dukungan pembiayaan untuk korporasi, serta subsidi untuk menurunkan harga bensin sebesar 10 yen atau sekitar USD 0,07 per liter. Lalu juga menanggung sebagian tagihan listrik selama tiga bulan mulai Juli, menurut dokumen pemerintah.

Untuk mendukung perusahaan kecil dan menengah yang lebih rentan terhadap gejolak ekonomi, pemerintah akan memperluas jangkauan perusahaan yang dapat mengakses pinjaman berbunga rendah dari bank-bank milik negara.

"Saya telah menginstruksikan para anggota kabinet untuk mengerahkan upaya maksimal dalam membantu perusahaan dan rumah tangga yang khawatir dengan dampak tarif ini," ujar Ishiba dalam pertemuan satuan tugas tarif, dikutip dari Reuters, Minggu (27/4).

Ia menambahkan, tarif baru dapat berdampak besar pada industri-industri utama Jepang seperti otomotif dan baja.

Pemerintah Jepang juga akan mempertimbangkan langkah tambahan untuk mendorong konsumsi domestik, tergantung pada seberapa besar dampak tarif AS terhadap industri otomotif Jepang yang besar.

Paket bantuan yang diumumkan Jumat (25/4) ini, diperkirakan akan dibiayai melalui dana cadangan, sehingga tidak perlu menyusun anggaran tambahan, tambah Menteri Ekonomi Ryosei Akazawa.

Presiden AS Donald Trump pada 2 April lalu memperkenalkan tarif sebesar 25 persen untuk impor mobil dan truk, serta memberlakukan tarif 24 persen untuk semua produk asal Jepang, yang kemudian dikurangi menjadi 10 persen untuk 90 hari ini.

Akazawa, yang juga menjabat sebagai negosiator perdagangan utama Jepang, dijadwalkan mengunjungi Washington pekan depan untuk melanjutkan putaran kedua pembicaraan perdagangan.

Harian bisnis Nikkei pada Kamis (24/4) melaporkan Jepang tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan impor kedelai dari AS sebagai bagian dari negosiasi.

Sementara itu, Hiroshi Moriyama, tokoh senior dari Partai Demokrat Liberal atau Liberal Democratic Party (LDP) yang berkuasa, mengatakan kepada wartawan bahwa peningkatan impor kedelai dan jagung dari AS memungkinkan, mengingat kapasitas produksi dalam negeri Jepang terbatas.

Namun, Moriyama, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal LDP, menekankan bahwa produk pertanian Jepang tidak boleh dikorbankan dalam negosiasi tarif dengan AS. Pernyataan ini tampaknya sebagai protes terhadap laporan yang menyebutkan adanya rencana memperluas impor beras dari AS.

Moriyama bersama sejumlah anggota LDP lainnya telah menyerahkan permintaan resmi kepada Menteri Pertanian Taku Eto agar produk pertanian Jepang tidak dijadikan alat tawar-menawar untuk mendapatkan konsesi dalam tarif mobil dan produk industri lainnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: