terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Fakta-fakta Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Bandar Abbas Iran - my blog
Apr 28th 2025, 08:26, by Tim kumparan, kumparanNEWS
Api melalap sebuah truk di sepanjang jalan raya yang hancur menyusul ledakan di dermaga pelabuhan Shahid Rajaee, Iran. Foto: MOHAMMAD RASOLE MORADI / IRNA / AFP
Ledakan besar terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee, Bandar Abbas, Iran, pada Minggu (27/4). Pemerintah bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan dari sejumlah kota untuk mempercepat pemadaman.
Asap hitam dan jingga mengepul dari pelabuhan. Gedung-gedung di sekitarnya rusak, kertas dan puing berserakan. Ledakan terdengar hingga Pulau Qeshm, 26 kilometer dari Bandar Abbas.
Pelabuhan Shahid Rajaee, yang menjadi jalur utama ekspor-impor Iran, menghentikan seluruh aktivitas.
Truk-truk dievakuasi, sementara aparat memeriksa kontainer lain yang berisi bahan kimia.
Akibat peristiwa ini semua sekolah dan kantor ditutup mulai Minggu (27/4).
"Sekolah, kantor, dan universitas di kota Bandar Abbas akan ditutup pada hari Minggu untuk memungkinkan pihak berwenang fokus pada upaya darurat saat asap menyebar di wilayah tersebut," kata kepala manajemen krisis Provinsi, Hormozgan, Mehrdad Hassanzadeh.
Korban Jiwa
Asap dari ledakan terlihat di pelabuhan Shahid Rajaee di Bandar Abbas, Iran, Sabtu (26/4/2025). Foto: REUTERS
Dalam peristiwa ini awalnya disebut ada delapan korban meninggal dunia dan 750 orang luka-luka. Namun jumlah korban terus bertambah. Terbaru ada 40 orang yang tewas akibat peristiwa tersebut, sedangkan yang luka-luka jumlahnya mencapai 1.000 orang.
"Untuk saat ini, 40 orang telah kehilangan nyawa akibat cedera yang disebabkan oleh ledakan tersebut," kata pejabat provinsi Hormozgan Mohammad Ashouri, dikutip dari AFP, Senin (28/4).
Penyebab Ledakan
Rekaman udara helikopter menunjukkan gumpalan asap hitam yang membumbung dari kebakaran setelah ledakan pelabuhan yang mematikan, yang melukai ratusan orang, di Bandar Abbas, Iran, Sabtu (26/4/2025). Foto: social media via REUTERS
Ledakan berasal dari kontainer berisi bahan kimia yang tersimpan di pelabuhan. Juru bicara manajemen krisis Iran, Hossein Zafari, mengatakan pengelola pelabuhan sebelumnya sudah diperingatkan soal risiko penyimpanan bahan berbahaya.
Presiden Masoud Pezeshkian memerintahkan penyelidikan dan mengirim Menteri Dalam Negeri ke lokasi.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan industri di Iran, yang sebagian besar dipicu kelalaian. Tahun lalu, seorang pekerja tewas dalam kecelakaan di Bandar Abbas. Kebakaran kilang dan ledakan tambang juga sempat terjadi.
Beberapa serangan terhadap infrastruktur Iran sebelumnya dikaitkan dengan operasi rahasia Israel, namun belum ada indikasi keterlibatan asing dalam ledakan kali ini.
Tak Ada WNI Jadi Korban
Asap hitam pekat mengepul saat tim penyelamat tiba di dekat sumber ledakan di dermaga pelabuhan Shahid Rajaee Foto: MOHAMMAD RASOLE MORADI / IRNA / AFP
Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
"KBRI Teheran melaporkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan WNI menjadi korban ledakan tersebut," ujar pernyataan tertulis Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat, Minggu (27/4).
Saat ini, tercatat ada 385 WNI di Iran, sebagian besar mahasiswa yang tinggal di Qom serta komunitas lainnya di Teheran.
Jubir yang akrab disapa Roy itu juga menjelaskan bahwa tak ada WNI yang kini bermukim di Bandar Abbas.
"Bandar Abbas merupakan daerah pelabuhan penting di Iran yang berbatasan dengan Qatar dan PEA. Tahun lalu, terdapat 2 WNI yang menjadi ABK di Bandar Abbas, namun keduanya sudah kembali ke Indonesia," lanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar