terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Dedi Mulyadi Jawab soal Isu Debat dengan Remaja soal Perpisahan-Wisuda Settingan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Dedi Mulyadi Jawab soal Isu Debat dengan Remaja soal Perpisahan-Wisuda Settingan
Apr 28th 2025, 14:41, by M Lutfan D, kumparanNEWS

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ditemui di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (15/4/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ditemui di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (15/4/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Beredar kabar perdebatan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi dengan remaja perempuan menyoal larangan wisuda dan perpisahan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, pada Sabtu (26/4) lalu, yang diunggah juga di Instagram Dedi, hasil rekayasa atau settingan.

Isu ini mencuat setelah ramai beredar di media sosial bahwa remaja perempuan yang disebut bernama Aura Cinta itu seorang talent. Terkait hal itu, Dedi Mulyadi memberikan tanggapan.

Dia menyatakan dirinya tak ingin berprasangka buruk. Dia bahkan mengapresiasi anak itu yang dinilainya pemberani.

"Saya berprasangka baik, anak itu pinter. Dan anak itu berani sehingga mau menyampaikan di depan gubernur," ucap Dedi kepada awak media usai menghadiri Rapat Koordinasi Gawe Rancage, di Pusdai, Bandung, Senin (28/4).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Pemprov Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Pemprov Jawa Barat

Meski begitu, dia menambahkan bahwa tugasnya sebagai kepala daerah di Jawa Barat ialah mengarahkan, agar argumentasi remaja itu punya dasar yang kuat.

Dedi berpandangan, dalam argumentasinya remaja itu seolah menganggap kondisi ekonomi keluarganya dengan yang lain sama. Padahal hal tersebut belum tentu. Hal ini terkait keinginannya agar perpisahan sekolah tetap ada.

"Pendapatnya bukan hanya dirinya sendiri, orang tuanya boleh wisuda, orang tuanya boleh perpisahan. Cuma Rp 1 juta doang, itu bagi keluarga mereka. Tapi keluarga yang lain itu sangat berat," ucapnya.

Saat kembali disinggung apakah perdebatan antara dirinya dengan remaja itu setting-an atau bukan, Dedi bilang dirinya tidak tahu.

"Saya tidak tahu, saya menganggap anak itu ikhlas," kata Deddi.

Larangan Wisuda Tetap

Saat disinggung soal larangan wisuda, Dedi tetap mengatakan bahwa hal tak berubah: tetap dilarang. Tujuannya, untuk meringankan beban orang tua soal biaya.

"Ya sudah, sudah jelas kan. Kalau TK, SD, SMP, SMA Tidak boleh ada wisuda. Sudah, kenaikan kelas ya kenaikan kelas. Kelulusan, kelulusan," ujarnya.

Kendati begitu, dia bilang pihaknya tak melarang bila perpisahan diselenggarakan secara sederhana di sekolah. Acara bisa dibuat sendiri dengan melibatkan semua siswa, tak perlu mengundang, misalnya, group band, ke sekolah.

"Di sekolah, anak-anak bisa main teater, bisa main musik, kan ada pendidikan seni di sekolahnya," tutur dia.

"Kan bisa ditonton oleh mereka. Tidak usah lagi panggil band yang Rp 200 juta ke sekolah, nanti korbannya orang tuanya pinjam, bank emok. Itu kan yang terjadi," pungkasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: