terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

PTDI Proyeksi Produksi Pesawat hingga 2029 Capai 143 Unit, Nilainya Rp 51 T - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
PTDI Proyeksi Produksi Pesawat hingga 2029 Capai 143 Unit, Nilainya Rp 51 T
Mar 12th 2025, 14:06, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PTDI dan PT YPTI di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (12/3). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PTDI dan PT YPTI di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (12/3). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memproyeksi kebutuhan produksi pesawat hingga tahun 2029 akan mencapai 143 unit. Total nilai produksinya mencapai USD 3,1 miliar atau setara Rp 51 triliun (kurs Rp 16.453 per dolar AS).

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, produksi pesawat tersebut, terdiri dari 46 unit pesawat terbang CN235, 31 unit pesawat terbang NC212i, dan 66 unit pesawat terbang N219.

"Kebutuhan produksi pesawat sampai tahun 2029 akan mencapai senilai USD 3,1 miliar," ujar Setia dalam acara Penandatanganan Kerja Sama PTDI dan PT YPTI di kantornya, Jakarta, Rabu (12/3).

Proporsi komponen yang diproduksi melalui proses machining pada setiap pesawat berkisar 19-20 persen dari total keseluruhan part.

Selain itu, sebagai supplier dari Original Equipment Manufacturer (OEM) global seperti Airbus dan Bell, PTDI menargetkan peningkatan kontrak proyek aerostructure dari USD 12,9 juta pada tahun 2025 menjadi USD 50 juta di tahun 2032, serta machining parts menyumbang sekitar 10–20 persen dari total pesanan aerostructure.

"Namun, PTDI menghadapi tantangan keterbatasan kapasitas produksi akibat usia mesin yang telah lebih dari 15 tahun sehingga tingkat produktivitas dan keandalan relatif turun, serta sering mengalami downtime karena sulitnya mendapatkan suku cadang pengganti di pasaran," lanjutnya.

Maka dari itu, untuk memenuhi peningkatan permintaan pesawat dan aerostructure tersebut, PTDI bakal melakukan modernisasi fasilitas machining (CNC) melalui kolaborasi dengan PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (PT YPTI) yang merupakan perusahaan produsen CNC dalam negeri.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: