terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
IWD di Palembang: Putus Rantai Ketidakadilan Gender - my blog
Peringati Hari Perempuan Internasional atau Internasional Women's Day (IWD) 2025, Sekitar 40 warga Kota Palembang dari berbagai organisasi lakukan rangkaian kegiatan.
Salah satunya menggelar aksi di Taman Kambang Iwak dengan berjalan mengelilingi taman dalam rangka Hari Perempuan Internasional. Kegiatan ini dilakukan pada Sabtu, 8 Maret 2025, pukul 14.00 WIB.
IWD kali ini bertemakan "Percepat Aksi: Putus Rantai Ketidakadilan Gender dan Lingkungan Menuju Inklusivitas di Sumsel" yang berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan organisasi di Kota Palembang termasuk Solidaritas Perempuan Sumsel.
Ketua Solidaritas Perempuan, Mutia Maharani, mengatakan bahwa tujuan dari menggelar aksi ini ialah agar masyarakat Kota Palembang tahu bahwa hari perempuan Internasional ada dan kita turut serta merayakannya
"Agar publik tau bahwa tepat tanggal 8 Maret 2025, kita semua memperingati hari perempuan sedunia atau Internasional Women's Day (IWD)," kata Mutia
Selain itu, ia juga berharap bahwa kedepannya kita bersama-sama memutus rantai ketidakadilan mulai dari akar rumput hingga kota.
Lalu, menurut Mutia, dari tahun ke tahun perempuan selalu dimiskinkan oleh negara lewat kebijakan-kebijakan yang bersifat Patriarki.
"Kebijakan sering kali tidak memikirkan kebutuhan perempuan serta pembungkaman terhadap gerakan sipil," katanya.
Selain aksi di Kambang Iwak, peringatan IWD 2025 juga menggelar diskusi publik dan acara pertunjukan seni rakyat di Rumah Sintas Palembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar