terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
Mar 13th 2025, 15:56, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS
Prajurit Ukraina dari brigade Khartia mempersiapkan Howitzer M101 sebelum menembak ke arah posisi Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina, Rabu (12/3/2025). Foto: Alex Babenko/AP Photo
Amerika Serikat (AS) kembali mengirimkan senjata ke Ukraina pada Rabu (12/3). Hal itu dilakukan selang sehari dari keputusan AS mencabut penangguhan pengiriman senjata.
AS menangguhkan pengiriman usai pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Donald Trump di Gedung Putih berlangsung panas.
Setelah lebih sepakan memberlakukan penangguhan perwakilan AS menemui perwakilan diplomatik Ukraina di Jeddah, Arab Saudi. Selain mendorong gencatan senjata pertemuan pada awal pekan ini berujung komitmen AS kembali mengirimkan senjata.
Prajurit Ukraina dari brigade Khartia mempersiapkan Howitzer M101 sebelum menembak ke arah posisi Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina, Rabu (12/3/2025). Foto: Alex Babenko/AP Photo
Pada Rabu ini Kemlu Ukraina menyatakan, pengiriman senjata ari AS akan masuk melalui pusat logistik NATO di Polandia, di Rzesrow, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Selain kembali memberi bantuan militer, AS juga mencabut larangan pemberian laporan intelijen. Sejumlah citra satelit yang dibutuhkan Ukraina di medan perang dilaporkan sudah diberikan AS ke Kiev.
Sejak perang Ukraina pecah pada 2022 lalu, total AS sudah memberikan bantuan militer senilai USD 65,9 miliar ke negara Eropa Timur itu.
Dikutip dari AFP, bantuan militer untuk Ukraina disetujui di era pemerintahan mantan Presiden Joe Biden. Saat itu, Biden menegaskan dukungan AS terhadap kedaulatan dan integritas teritorial.
Senjata-senjata AS berupa pertahanan udara, rudal, mortir, tank, sampai helikopter.
Gencatan Senjata
Prajurit Ukraina dari brigade Khartia mempersiapkan Howitzer M101 sebelum menembak ke arah posisi Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina, Rabu (12/3/2025). Foto: Alex Babenko/AP Photo
Kendati kembali memberi senjata ke Ukraina, Presiden Trump menekan Zelensky untuk kembali ke meja perundingan gencatan senjata. Saat ini secara prinsip Ukraina menyepakati usulan gencatan senjata.
Trump lewat pernyataannya pada pekan ini menegaskan kini bola berada di Rusia untuk menerima gencatan senjata atau tidak.
"Saya harap kami akan mendapat gencatan senjata dari Rusia," kata Trump seperti dikutip dari Associated Press.
Adapun Rusia dalam berbagai kesempatan kerap menolak negosiasi gencatan senjata permanen. Bahkan terkait negosiasi baru jubir Kremlin Dmitry Peskov menegaskan belum mau berkomentar banyak.
Peskov menegaskan, dia menunggu detail usulan dari AS mengenai gencatan senjata sebelum Rusia mengambil keputusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar