terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Pasang Tenda Pernikahan, 2 Warga Sintang Tewas Tersetrum - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pasang Tenda Pernikahan, 2 Warga Sintang Tewas Tersetrum
Feb 9th 2025, 13:23, by Yulia Ramadhiyanti, Hi Pontianak

Lokasi tenda pernikahan di Desa Manter yang membuat warga tewas tersetrum karena menyentuk kabel listrik PLN. Foto: Dok Polsek Sungai Tebelian
Lokasi tenda pernikahan di Desa Manter yang membuat warga tewas tersetrum karena menyentuk kabel listrik PLN. Foto: Dok Polsek Sungai Tebelian

Hi!Pontianak - Dua warga Kabupaten Sintang tewas tersetrum saat memasang tenda pernikahan di Dusun Purwosari Desa Manter Kecamatan Sungai Tebelian, Sabtu 8 Februari 2025.

Korban meninggal dunia tersebut adalah Ilham Purnomo (19 tahun), warga Desa Manter Kecamatan Sungai Tebelian. Satu korban lainnya adalah Sobihin (29 tahun), warga Desa Kajang Baru Kecamatan Sungai Tebelian.

Selain itu, tiga warga lainnya mengalami luka berat akibat kejadian tersebut. Ketiganya adalah Mahbub Ali Mukhyar, Edi Haryono dan Toni Saputra. Semuanya warga Desa Manter.

Kapolres Sintang melalui Kapolsek Sungai Tebelian, AKP Eko Supriyatno mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Siang itu, pemilik rumah berinisial SN dibantu pihak keluarga dan warga akan mendirikan tenda untuk pesta pernikahan.

"Saat mendirikan tenda, tanpa diketahui besi tenda tersebut menyentuh kabel PLN. Akibatnya dua orang meninggal di tempat dan tiga lainnya sedang menjalani perawatan di Puskesmas Pandan," kata Kapolsek pada Hi!Pontianak, Minggu 9 Februari 2024.

Kemudian, kata Kapolsek, atas kesepakatan keluarga korban serta pemilik rumah dan Kepala Desa Manter, korban dibawa ke kediaman masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga.

"Hasil komunikasi dengan pihak keluarga korban, bahwa menolak untuk dilakukan visum dan ikhlas menerima peristiwa tersebut sebagai kecelakaan," jelasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: