terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
LSI: 41,6 Persen Masyarakat Nilai Proses Hukum di Indonesia Baik - my blog
Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan hasil survei terbaru mengenai kinerja penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hasilnya, hanya ada 41,6 persen masyarakat yang menilai proses penegakan hukum di Indonesia baik atau sangat baik.
"Ada 41,6 persen masyarakat menilai sangat baik atau baik, jadi ini kalau dirangkum ini menjadi penilaian positif ada 41,6 persen yang menilai positif terhadap penegakan hukum," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam paparannya di YouTube Lembaga Survei Indonesia, Minggu (9/2).
Persentase total masyarakat yang menilai kinerja penegakan hukum buruk dan sangat buruk sebesar 25,1 persen.
Hasil survei LSI mengenai kinerja penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dalam 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Foto: LSI
Sementara 30,9 persen sisanya memilih menjawab sedang dan 2,4 persen lainnya tidak tahu atau tidak jawab.
"Jadi yang bisa kita nilai dari hasil survei ini adalah, penegakan hukum kita dinilai positif dalam arti yang menilai positif dengan negatif itu masih lebih banyak yang positif," kata Djayadi.
Djayadi kemudian menampilkan hasil penilai masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.
Hasilnya juga tidak berbeda jauh, hanya ada 44,9 persen masyarakat yang memberikan jawaban positif terkait proses pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Sama penilaiannya sekarang positif ada 44,9 persen yang menilai pemberantasan korupsi pada Januari 2025 ini katakanlah setelah 100 hari pemerintahan itu di angka 44 persen, positif dibandingkan dengan yang menilai buruk atau negatif itu 26,2 persen yang sedang 24,4 persen," kata Djayadi.
Hasil survei LSI mengenai kinerja penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dalam 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Foto: LSI
Namun, menurutnya, hasil ini tidak bisa dinyatakan murni sebagai penilaian mutlak. Ia beranggapan penilaian publik di awal pemerintahan ini bisa saja merupakan campuran antara evaluasi dan harapan.
"Tapi ini catatan juga seperti yang saya kira banyak kita sepakati bahwa penilaian masyarakat di awal-awal pemerintahan itu seringkali merupakan gabungan antara evaluasi kinerja sekaligus harapan juga sebenarnya," kata Djayadi.
"Itu yang saya kira perlu menjadi catatan, jadi penilaian positif pada saat ini harus diterjemahkan juga sebagai harapan yang tinggi kepada pemerintahan yang baru termasuk kepada para penegakan hukum," tuturnya.
Survei nasional ini dilakukan dalam periode 20-28 Januari 2025 terhadap 1.220 responsden di seluruh Indonesia yang dipilih secara acak atau multistage random sampling.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95% dengan asumsi simple random sampling.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. LSI juga melakukan quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar