terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Jumlah Kelas Menengah Turun, Menpar Akui Berdampak ke Pariwisata - my blog
Feb 19th 2025, 15:35, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan sambutan pada acara kumparan The Economic Insights 2025 di The Westin, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, mengakui penyusutan jumlah kelas menengah di Indonesia berdampak langsung ke sektor pariwisata.
Hal ini ia sampaikan pada acara kumparan The Economic Insights di The Westin, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/2).
"Indonesia kini menghadapi tantangan besar dengan menyusutnya kelas menengah. Populasi kelas menengah diperkirakan turun 16,6 persen dalam 5 tahun terakhir menjadi 47,8 juta orang," kata Widiyanti.
"Penurunan ini berdampak pada melemahnya konsumsi dan meningkatnya kebutuhan lapangan kerja," ujar dia.
Namun, menurut Widiyanti, sektor pariwisata masih cukup kuat dalam penyerapan tenaga kerja.
"Seperti terlihat saat pandemi, pariwisata Indonesia terbukti cukup resilient dan berperan besar dalam menyerap tenaga kerja," katanya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan sambutan pada acara kumparan The Economic Insights 2025 di The Westin, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Ini menunjukkan dengan strategi yang tepat, sektor pariwisata memiliki potensi kuat untuk menjadi motor pemulihan dan pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka banyak peluang kerja," kata dia.
Selain menyusutnya jumlah kelas menengah, Widiyanti juga mengungkap tantangan lainnya bagi sektor pariwisata.
Di antaranya adalah prospek ekonomi global yang tidak menentu serta lanskap geopolitik yang berubah, efisiensi anggaran, dan pengembangan destinasi wisata itu sendiri.
"Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, mulai dari pengembangan destinasi, peningkatan infrastruktur dan konektivitas, hingga penyempurnaan kebijakan strategis seperti perluasan bebas visa kunjungan," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar