terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
Sejumlah pelaku kasus peredaran uang palsu di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (10/4). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Polsek Tanah Abang mengungkap kasus peredaran uang palsu beberapa waktu lalu. Delapan pelaku telah ditangkap dan dijadikan tersangka.
Rupanya, salah seorang dari delapan pelaku yang ditangkap adalah pegawai maskapai Garuda Indonesia. Ia bernama Bayu Setyo Aribowo.
"Relationship Manager PT Garuda Bandara Soekarno Hatta," kata Kanitreskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Martua Malau, melalui pesan singkat pada Sabtu (12/4).
Sejumlah pelaku kasus peredaran uang palsu di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (10/4). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Martua menyebut, Bayu berperan sebagai penerima uang palsu dari pelaku lain yakni Amir Yadi. Usai menerima uang dari Amir, Bayu memerintahkan pelaku berinisial J untuk menjual uang palsu tersebut.
"Dia penerima dana dari inisial A (Subang)" ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, delapan pelaku yang telah ditangkap yakni Muh. Sujari, Budi Irawan, Elyas, Bayu Setyo Aribowo, Babay Bahrum Ulum, Amir Yadi, Lasmino Broto Sejati, dan Dian Slamet Riyadi.
Polisi menunjukkan pelaku dan barang bukti kasus peredaran uang palsu di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (10/4). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Selain menangkap para pelaku, polisi juga turut menyita barang bukti berupa 23 ribu lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu atau setara dengan Rp 3,3 miliar.
Akibat perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 26 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara 10 tahun juncto Pasal 244 KUHP dan atau Pasal 245 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.
Sejumlah barang bukti yang disita polisi di kasus peredaran uang palsu di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (10/4). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparanPolisi menunjukkan pelaku dan barang bukti kasus peredaran uang palsu di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (10/4). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparanSejumlah barang bukti yang disita polisi di kasus peredaran uang palsu di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (10/4). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Garuda Indonesia Buka Suara: Pelaku Non Aktif Sejak 2022
Garuda Indonesia mengkonfirmasi bahwa salah satu pelaku, yakni Bayu Setyo Aribowo, memang merupakan pegawainya. Namun ia merupakan pegawai non aktif sejak tahun 2022.
"Perlu kami sampaikan bahwa yang bersangkutan saat ini tengah menjalani program Cuti di Luar Tanggungan Perusahaan (CDTP) sejak tahun 2022," kata Direktur Human Capital & Corporate Services Enny Kristiani, lewat keterangannya, Sabtu (12/4).
"Hingga saat ini, yang bersangkutan belum kembali melaksanakan kewajibannya sebagai pegawai aktif dan tidak tercatat menjalankan tugas dalam lingkup operasional perusahaan," tambah Enny.
Garuda Indonesia patuh terhadap proses hukum yang menjerat oknum itu. Mereka juga bakal memberikan sanksi Surat Peringatan Tingkat III (SP 3) dan akan menurunkan status karyawan tersebut.
"Adapun pengenaan sanksi kepegawaian tersebut akan turut mengacu pada perkembangan proses hukum yang saat ini tengah berlangsung," tutup Enny.
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Keputusan Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif impor selama 90 hari memberi ruang napas sementara bagi pasar global, termasuk pasar saham di Indonesia. Meski begitu, pelaku pasar tetap diminta waspada karena tensi dagang belum benar-benar reda.
Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan sejumlah skenario pergerakan pasar selama masa penundaan tarif 90 hari yang ditetapkan AS.
"Secara teknikal, pasar kemungkinan akan bergerak dalam fase sideways atau stabil dalam waktu dekat, sebagai bagian dari fase akumulasi sebelum berpotensi masuk ke fase markup atau tren naik," ujar Nafan kepada kumparan, Sabtu (12/4).
Namun, ia menambahkan bahwa pergerakan indeks masih sangat bergantung pada dinamika eksternal, khususnya hasil negosiasi dagang selama periode penundaan tarif.
Apabila dalam 90 hari ke depan tidak tercapai kesepakatan yang konstruktif, ketegangan bisa kembali memanas dan memicu arus modal asing keluar dari pasar berkembang, termasuk Indonesia.
"Kalau tensi memanas lagi, IHSG rentan terkoreksi lebih dalam. Apalagi dengan posisi asing yang masih terus mencatat jual neto di pasar saham," tambahnya.
Berdasarkan catatan Nafan, pergerakan IHSG saat ini masih berada di kisaran 5.961 hingga 5.900. Namun, Indeks berpotensi turun ke level support 5.500.
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sebaliknya, jika tekanan mereda dan kondisi pasar membaik, IHSG berpeluang naik ke level 6.808. Bahkan, jika sentimen positif terus berlanjut, target optimistisnya bisa mencapai 7.709.
Melengkapi pandangan Nafan, staf Ekonom Bank Maybank Indonesia untuk Bidang Ekonomi, Industri, dan Pasar Global, Myrdal Gunarto, menekankan pentingnya strategi investasi yang disiplin dalam menyikapi penundaan tarif oleh Trump.
"Investor sebaiknya masuk ke pasar secara bertahap. Jangan habiskan dana sekaligus. Misalnya kalau punya dana Rp100 juta, dibagi saja dalam periode 90 hari atau bahkan 180 hari, supaya risiko bisa ditekan," tutur Nafan.
Menurutnya, strategi dollar-cost averaging atau cicilan investasi harian bisa membantu meminimalkan tekanan saat pasar korektif.
"Pasar nggak mungkin tertekan terus. Selalu ada peluang. Kalau kita masuk bertahap ke saham-saham berfundamental kuat dan valuasi murah, insya Allah nanti panen setelah tekanannya mereda," tambahnya.
Sebelumnya, perubahan kebijakan Trump ini juga dinilai bakal berpengaruh pada ketentuan trading halt atau penyetopan perdagangan sementara IHSG.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya mengubah kebijakan trading halt dari angka 5 persen menjadi 8 persen dalam rangka mengantisipasi efek dari kebijakan tarif impor Trump.