terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Mengenal Puncak Cartensz, Titik Tertinggi di Indonesia yang Punya Salju Abadi - my blog
Mar 2nd 2025, 14:28, by Salmah Muslimah, kumparanNEWS
Puncak Jaya Gunung Cartenz Foto: Almazoff/Shutterstock
Dua pendaki senior, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti, tewas saat menuruni puncak Cartensz Pyramid atau Gunung Puncak Jaya, Papua, pada Sabtu (1/3). Mereka diduga tewas usai mengalami hipotermia.
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, mengatakan jasad Elsa kini sudah berhasil dievakuasi. Namun, Lilie belum karena terkendala cuaca buruk. Sehingga, evakuasi baru bisa dilanjutkan Senin (3/3) besok. Rencananya, setelah jenazah Lilie dievakuasi, proses pemulangan baru akan dilakukan.
"Jenazah atas nama Lilie kalau sudah dievakuasi akan diterbangkan ke Jakarta bersamaan jenazah almarhum Elsa," kata Billyandha saat dihubungi, Minggu (2/3).
Puncak Cartensz atau yang lebih dikenal sebagai Puncak Jaya, adalah gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung ini terletak di Pegunungan Sudirman, Papua, dan menjadi salah satu gunung yang paling menantang untuk didaki, baik karena medan yang ekstrem maupun perizinan yang kompleks.
Cartensz merupakan satu-satunya gunung di Indonesia yang memiliki salju abadi di puncaknya. Meskipun nyatanya tidak berumur panjang, salju ini terancam hilang selamanya karena cuaca ekstrem.
Cartensz sendiri merupakan jenis gunung non-vulkanik yang terbentuk dari aktivitas tektonik dan erosi.
Gunung ini pertama kali ditemukan oleh Jan Carstensz, warga negara Belanda pada tahun 1623. Dalam ekspedisinya, ia melaporkan adanya puncak bersalju di tengah wilayah tropis, sesuatu yang dianggap tidak masuk akal pada masa itu.
Puncak Jaya Gunung Cartenz Foto: Gustian Ag Photography/Shutterstock
Namun, keberadaannya terbukti ketika ekspedisi modern mulai menjelajah wilayah ini pada abad ke-20. Setelah Indonesia merdeka, Gunung Cartensz pun juga dikenal dengan nama Puncak Jaya.
Kini Gunung Cartensz merupakan bagian dari rangkaian Seven Summits Indonesia yang menjadi target utama pendaki Indonesia maupun dunia.
Jalur untuk mencapai puncak juga tidak mudah. Pendaki harus melewati jalur trekking panjang dengan durasi 7 sampai 10 hari melewati desa penduduk, hutan belantara, sungai, dan tentunya cuaca yang tidak dapat diprediksi untuk sampai di base camp Lembah Kuning yang merupakan titik awal perjalanan menuju puncak.
Evakuasi dua pendaki perempuan asal Indonesia yang dilaporkan tewas saat menuruni puncak Cartensz Pyramid, Papua, Sabtu (1/3/2025). Foto: Tim SAR Timika
Ketika pendaki sampai di base camp, masih harus dibutuhkan waktu 6-12 jam untuk bisa sampai di puncak. Di puncak juga tidak mudah, suhu bisa mencapai di bawah 0°C, dengan cuaca yang sering berubah secara tiba-tiba, mulai dari hujan deras, kabut tebal, hingga badai es.
Meski begitu ada opsi lain bagi yang ingin akses lebih mudah, yaitu dengan menggunakan helikopter dari Timika langsung ke base camp Lembah Kuning atau Base Camp Yellow Valley. Namun lagi-lagi cuaca menjadi tantangan.
Ekstremnya medan yang ditempuh menjadikan Cartensz bukan sembarang gunung yang bisa didaki oleh pendaki amatir. Bagi pendaki profesional yang sudah berpengalaman pun gunung ini cukup sulit untuk ditaklukkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar