terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

92,06% Pembaca kumparan Dukung Sukatani: 'Bayar Bayar Bayar' Ekspresi Seni - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
92,06% Pembaca kumparan Dukung Sukatani: 'Bayar Bayar Bayar' Ekspresi Seni
Mar 3rd 2025, 12:10, by Rizki Baiquni Pratama, kumparanNEWS

Band punk asal Purbalingga, Sukatani. Foto: isntagram/@sukatani.band
Band punk asal Purbalingga, Sukatani. Foto: isntagram/@sukatani.band

Sebanyak 92,06 persen atau 1.844 pembaca kumparan mendukung band Sukatani. Para pembaca menilai lagu 'Bayar Bayar Bayar' wajar lantaran bentuk ekspresi seni. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 21-28 Februari 2025.

Total ada 2.003 responden yang berpartisipasi dalam polling ini. Sisanya, sebanyak 7,94 persen atau 159 pembaca kumparan menilai lirik lagu 'Bayar Bayar Bayar' milik band Sukatani berlebihan.

Sebelumnya, band Sukatani ramai dibicarakan di media sosial lantaran mengeluarkan video permintaan maaf dan menarik lagu 'Bayar Bayar Bayar' dari media sosial. Di akun Instagram resmi mereka, band punk asal Purbalingga ini juga meminta maaf atas lagu-lagunya ke Polri maupun Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Lagu tersebut berisikan kritik ke polisi.

Salah satu lirik Band tersebut berbunyi seperti ini:

Mau bikin SIM bayar polisi
Ketilang di jalan bayar polisi
Touring motor gede bayar polisi
Angkot mau ngetem, bayar polisi

Dalam pernyataannya, Sukatani menegaskan bahwa lagu itu dibuat bagi oknum polisi yang melanggar aturan, bukan untuk institusi Polri secara keseluruhan.

"Sebenarnya lagu itu saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan," kata personel Sukatani di Instagram, Kamis (20/2).

Publik pun menduga-duga. Ada juga yang mengkaitkan hal ini dengan dugaan intimidasi dan lain sebagainya.Soal isu tersebut, Polri membantah. Polri tidak antikritik.

"Komitmen dan konsistensi, Polri terus berupaya menjadi organisasi yang modern yaitu Polri tidak antikritik," kata Karopenmas Polri Brigjen Trunoyudo pada Kamis (20/2).

Menurut Trunoyudo, Kapolri Listyo adalah sosok yang juga tak antikritik.

Karo Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat dijumpai di Mabes Polri, Jumat (29/11). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Karo Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat dijumpai di Mabes Polri, Jumat (29/11). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Sementarta itu, band yang beranggotakan Muhammad Syifa Al Luthfi (Electroguy) dan Novi Chitra Indriyati (Twister Angel) itu akhirnya buka suara soal intimidasi dan tekanan yang mereka alami di Instagram.

"Tekanan dan intimidasi dari Kepolisian terus kami dapatkan, hingga akhirnya video klarifikasi atas lagu yang berjudul 'Bayar Bayar Bayar' kami unggah melalui media sosial," demikian pernyataan Sukatani, Sabtu (1/3). kumparan telah mendapatkan izin mengutipnya.

"Kejadian tersebut membuat kami mengalami berbagai kerugian baik secara materiil dan nonmateriil," lanjutnya.

Konser Sukatani di Sleman. Foto: Dok. Istimewa
Konser Sukatani di Sleman. Foto: Dok. Istimewa

Sukatani pun bercerita bahwa sejak Juli 2024, ada kejadian bertubi-tubi yang dialami, mulai dari intimidasi, pemecatan di kehidupan nyata (meski Sukatani adalah band yang tampil dengan menutup identitas), hingga penawaran untuk menjadi Duta Polisi.

Saat ini, Propam Polri masih menyelidiki adanya pelanggaran etik yang dilakukan anggotanya terkait kasus dugaan intimidasi Band Sukatani. Sejumlah personel dari Polda Jateng telah dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengungkapkan, sejumlah personel tersebut berasal dari Direktorat Reserse Siber Polda Jateng. Awalnya 6 polisi yang diperiksa, kini bertambah 1.

"Saat ini sudah 7 personel," ujar Artanto saat dihubungi, Minggu (2/3).

Namun demikian, Artanto masih enggan membeberkan identitas 7 polisi tersebut dan hasil pemeriksaannya.

"Pemeriksaan oleh Propam Polri, saran bisa ditanyakan ke Propam Polri," ujarnya.

Penulis: Aliya R Putri

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: