terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Psikolog: Teknologi Membuat Para Ibu Gen Z Ingin Jadi Orang Tua yang Sempurna - my blog
Ada cara agar ibu hamil tidak mudah sedih atau baper Foto: Shutterstock
Setiap ibu ingin menjadi yang terbaik bagi anak-anaknya. Namun menurut pakar psikologi anak usia dini, Aninda, para ibu Gen Z cenderung ingin menjadi sosok yang sempurna bagi anak mereka, karena pengaruh paparan teknologi.
"Orang tua Gen Z cenderung ingin menjadi ibu yang sempurna dibandingkan dengan generasi sebelumnya, karena mereka sangat dekat dengan teknologi dan mereka menggunakannya untuk belajar tentang pola asuh, sedangkan generasi sebelumnya harus bertanya kepada orang tua atau membaca majalah (untuk mendapatkan nasihat pola asuh)," katanya dikutip dari Antara.
Ia menyoroti bahwa ibu-ibu Gen Z, dengan rentang usia 18 hingga 27 tahun, berharap menjadi ibu yang sempurna karena media sosial dan paparan internet yang menawarkan banyak inspirasi untuk model pola asuh.
Paparan Teknologi Juga Membuat Ibu Gen Z Mudah Burn Out
Ilustrasi ibu stres. Foto: Shutterstock
Di sisi lain, paparan media sosial membuat ibu-ibu muda memiliki ekspektasi yang sangat tinggi yang seringkali melampaui kapasitas mereka dalam mengasuh anak. Ibu-ibu Gen Z pada akhirnya sering membandingkan diri mereka dengan orang lain.
Perbandingan seperti itu dapat menyebabkan ibu-ibu baru kelelahan secara fisik dan mental saat mencoba memenuhi ekspektasi yang berlebihan.
Sebuah penelitian dari Ohio University menemukan bahwa 66 persen orang tua mengalami burn out baik secara fisik maupun mental akibat kemajuan teknologi yang membuat kita memiliki ekspektasi yang tinggi," ungkapnya.
Moms, internet dan media sosial juga membuat ibu baru merasa memiliki banyak tuntutan dan tidak mengenal diri sendiri karena melihat orang tua lain yang tampak ideal.
Aninda mengingatkan, seorang ibu baru harus merasa bahagia agar dapat mengasuh anaknya, berterima kasih kepada diri sendiri atas keberhasilannya dalam mengasuh dan merawat anaknya, serta menjalin hubungan baik dengan anaknya.
Ia juga menyarankan ibu baru untuk beristirahat, bergabung dengan komunitas yang mendukung yang anggotanya seusia, dan berkonsultasi dengan profesional, jika diperlukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar