terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Pemda DIY Serahkan Laporan ke BPK, Anggaran Besar untuk Pendidikan & Kesehatan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pemda DIY Serahkan Laporan ke BPK, Anggaran Besar untuk Pendidikan & Kesehatan
Feb 17th 2025, 15:56, by Pandangan Jogja Com, Pandangan Jogja

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, serahkan laporan keuangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan perwakilan DIY. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, serahkan laporan keuangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan perwakilan DIY. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, serahkan laporan keuangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY, hari ini, Senin (17/2).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset DIY, Wiyos Santoso, mengatakan ada sektor-sektor tertentu menyerap sebagian besar anggaran daerah, khususnya pendidikan dan kesehatan.

"Tentunya yang itu yang bersifat wajib, yaitu belanja pegawai sekitar di bawah 30 persen. Terus kemudian pendidikan itu di atas 25 persen, kesehatan di atas 10 persen itu kan pasti sudah terpenuhi semuanya," kata Wiyos ditemui Pandangan Jogja di Gedung BPK DIY usai acara, Senin (17/2).

Namun, bagaimana dengan pemborosan anggaran? Menurutnya, pemborosan dalam pengelolaan anggaran tidak bisa langsung ditentukan, sebab harus melalui hasil analisis dan laporan hasil audit.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset DIY, Wiyos Santoso. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset DIY, Wiyos Santoso. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Dalam penyusunan APBD juga sudah ada proses standardisasi dan analisis biaya yang mengurangi potensi pemborosan. "Pemborosan itu kan kita nggak bisa mengatakan itu boros atau tidak secara langsung ya. Yang penting kan kita lihat pemanfaatan anggaran itu output-nya apa. Terus ada dampak impact-nya terhadap masyarakat atau terhadap suatu pekerjaan tidak," ujarnya.

"Dalam penyusunan APBD itu kan sudah proses standardisasi. Ada analisis standar biaya juga, tentunya kalau kita mengikuti itu sebenarnya kita sudah minimalisir terkait dengan pemborosan," jelasnya.

Meski demikian, diakuinya ada sejumlah temuan dalam prosesnya. Namun, temuan tersebut tidak selalu berkaitan dengan pemborosan yang disengaja. "Ya kalau temuan itu pasti ada, tapi kan bersifat administrasi. Pasti ada kalau temuan, nggak mungkin kita bersih dari temuan," ujarnya.

"Nanti kan baru diperiksa setelah kita laporkan. Nanti sebulan kalau nggak salah itu mereka (BPK) harus menyampaikan hasilnya," kata Wiyos.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: