terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
IBC Sebut Tarif Impor Trump Bikin China Makin Agresif Investasi Baterai EV ke RI - my blog
PT Indonesia Battery Corporation (IBC) menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif impor tambahan kepada barang dari China akan menjadi berkah bagi investasi proyek baterai listrik di Indonesia.
Direktur Utama IBC, Toto Nugroho, mengatakan IBC meminta dukungan peningkatan iklim investasi untuk hilirisasi bahan baku baterai untuk menyiapkan limpahan investasi dari perusahaan China yang ingin merelokasi basis produksinya.
"Sekarang China sangat agresif untuk bisa masuk ke Indonesia, untuk menjadikan basis kita untuk memberikan solusi baterai EV (Electric Vehicle) ataupun Baterai Energy Storage ke Amerika," kata Toto saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR, Senin (17/2).
Toto menuturkan impor barang dari China ke AS dikenakan tarif impor hampir 40 persen. Sementara tarif impor barang dari Indonesia kemungkinan hanya dikenakan 10 persen.
"Jadi ini suatu keunggulan yang kita dapatkan kalau kita menjadikan basis baterai production bukan hanya untuk Indonesia, tapi kebutuhan untuk global termasuk untuk Amerika Serikat," ujar Toto.
Selain untuk memasok kebutuhan baterai kendaraan listrik ke pasar global, Toto mengungkapkan permintaan di dalam negeri juga kian melesat.
Tercatat pada 2024, sekitar 40 ribu unit mobil listrik terjual di Indonesia. Meski begitu, Toto menyebutkan 90 persen baterainya berbasis lithium ferrophosphate (LFP), bukan nikel yang bahan bakunya melimpah di Indonesia.
"Ini suatu hal yang kelak kita mungkin harus minta dukungan juga bagaimana secara regulasi kita bisa memberikan prioritas untuk baterai-baterai yang sifatnya dari nikel yang di Indonesia memiliki resource-nya langsung," tutur Toto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar