terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

PAN Dukung Isu Penambahan Kementerian di Kabinet Prabowo-Gibran: Bagus - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
PAN Dukung Isu Penambahan Kementerian di Kabinet Prabowo-Gibran: Bagus
May 9th 2024, 22:19, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS

Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pilkada Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pilkada Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mendukung wacana penambahan kementerian di kabinet Prabowo-Gibran. Menurutnya, itu sebagai ide yang bagus.

Ia mengatakan, penambahan kementerian itu bisa saja memperhatikan kebutuhan permasalahan ke depan.

"Bagus, dulu kan kita ada perumahan misalnya, sekarang orang mau climate change iya kan, menjadi perhatian anak muda kita semua seluruh dunia atau penting lingkungan misalnya," kata Zulhas kepada wartawan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (9/5) malam.

Menteri perdagangan itu menjelaskan, keadaan dunia senantiasa berkembang, sehingga tak menutup kemungkinan penambahan nomenklatur kementerian itu baik sebagai jalan keluar.

Selain itu, Zulhas menyatakan Indonesia merupakan negara yang besar baik secara wilayah maupun jumlah penduduk.

"Dan segala masalah yang ada, kalau perlu diperbanyak, ditambah nomenklatur saya kira itu juga bagus," ujarnya.

Presiden terpilih Republik Indonesia, Pabowo Subianto menghadiri acara Bimtek dan Rakornas Pilkada PAN di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2024) malam. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Presiden terpilih Republik Indonesia, Pabowo Subianto menghadiri acara Bimtek dan Rakornas Pilkada PAN di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2024) malam. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Meski demikian, Zulhas tetap menyerahkan persoalan itu sepenuhnya ke Prabowo selaku presiden terpilih. Menurutnya, hal itu merupakan hak prerogatifnya.

Pada saat yang sama, Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay menegaskan kalaupun ada penambahan kementerian, maka hal itu sama sekali bukan bertujuan untuk politik akomodatif berupa bagi-bagi jatah kursi.

"Jadi politik itu kan macem-macem bentuknya. Apakah itu yang di politik akomodatif atau politik untuk kebangsaan dan seterusnya. Yang paling penting sebetulnya arahnya bukan bagi-bagi kursi. Catat itu bukan bagi-bagi kursi," ujar dia.

Sebelumnya, Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka buka suara terkait wacana presiden terpilih Prabowo Subianto yang ingin menambah jumlah kementerian.

Putra sulung Presiden Jokowi ini menyebut, penambahan nomenklatur kementerian ini masih digodok.

"Itu nanti ya (penambahan kementerian), masih dibahas dan godok nanti, tunggu saja," ujar Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (7/5).

Ditanya kementerian apa saja yang ditambah, termasuk apakah untuk mengakomodasi program makan siang gratis, Gibran mengaku hal itu masih dibahas.

"Kemarin sempat dibahas (kementerian menangani makan siang gratis), tapi tunggu dulu. Kemarin sempat dibahas," kata dia.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: