terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Kronologi Siswi di Lamongan Meninggal karena Pankreas Robek Usai Didorong Teman - my blog
May 6th 2024, 07:19, by Masruroh, BASRA (Berita Anak Surabaya)
Mendiang ARS saat menjalani perawatan di rumah sakit. Foto: Istimewa
Sudah hampir 2 bulan ARS (12), seorang siswi kelas VI SD di Kabupaten Lamongan, Jaw Timur, meninggal dunia. Namun sang ibu, Chresa Sulistiana (35), tak bisa begitu saja melupakan kejadian tragis yang menimpa putri keduanya itu. ARS meninggal dunia karena mengalami luka robek pada pankreasnya. Hal ini terjadi diduga akibat ulah temannya di sekolah yang mendorongnya hingga membentur pinggiran anak tangga.
Chresa pun bercerita bagaimana kejadian tragis tersebut hingga berujung pada kematian putrinya.
"Jadi pada Senin (19/2) lalu sekitar pukul 07.00 saya dihubungi wali murid anak saya. Saya dikabarin kalau anak saya jatuh dan dibawa ke puskesmas," ujar ibu tiga anak ini saat dihubungi Basra, (5/5).
Chresa pun bergegas menuju ke puskesmas yang dimaksud wali kelas putrinya. Di puskesmas, Chresa melihat sang putri kesakitan memegang perutnya dan sesak napas.
"Anak saya megangin perut sambil sesak napas. Lalu saya tanya ke wali kelas apa yang terjadi sampai anak saya kesakitan begitu. Lalu wali muridnya bilang: biasa mbak, anak-anak bercanda," tutur Chresa.
Oleh pihak puskesmas, ARS disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit, apalagi ada goresan di perutnya. Menurut Chresa, pihak puskesmas khawatir dengan kondisi ARS yang mengalami kesakitan di bagian perut.
"Saya diminta untuk bawa ke rumah sakit agar mendapat penanganan secara tepat, takut ada apa-apa," kenang Chresa.
Chresa lalu membawa sang putri ke RS Muhammadiyah Lamongan. Di rumah sakit ini, ARS menjalani rontgen dan computerized tomography (CT) scan. Hasil diagnosa dokter menyebut organ pankreas anaknya mengalami robekan.
"Dikasih tahu hasil CT scan itu di pankreasnya ada kayak robekan," kata Chresa.
Akibat luka robek di pankreas tersebut, ARS mengalami gangguan fungsi organ lainnya. Seperti mengeluarkan cair warna hijau di lambungnya, mengeluarkan urine berwarna merah, hingga tidak bisa menahan BAB.
Karena kondisi ARS yang tak kunjung membaik, ARS lantas dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya pada Jumat 23 Februari. Di RSUD Dr Soetomo, dokter juga mendiagnosa pankreas ARS mengalami robek dan tak bisa berfungsi dengan baik.
"Dokter di Soetomo sempat bilang, semoga ada mukjizat untuk kesembuhan anak saya. Alhamdulillah anak saya mendapat perawatan yang cukup baik selama di RS Muhammadiyah Lamongan maupun di RSUD Dr Soetomo. Saya berterima kasih kepada dokter-dokter yang telah merawat anak saya dengan sangat baik," ujar Chresa dengan menahan tangis.
Usai 17 hari dirawat di RSUD Dr Soetomo, ARS mengembuskan napas terakhirnya pukul 19.22 WIB, Senin, 11 Maret 2024, atau awal Ramadan lalu. Chresa begitu terpukul atas kepergian putri kesayangannya itu. Ia menyayangkan mengapa peristiwa ini bisa menimpa putrinya, apalagi sedari kecil ARS tak mengalami gangguan kesehatan apa pun.
"Anak saya sehat, dari dia kecil nggak ada sakit apa pun. Saya pikir bercanda kok sampai lihat di perutnya sampai ada goresan babras (di perut). Padahal waktu kejadian anak saya pakai baju 4 lapis," tukasnya.
"Ini becandanya gimana kok sampai ada luka gores begitu. Kalau bercanda ya setahu saya mencairkan suasana. Dan kalau udah ada babras gitu, bukan bercanda lagi namanya," imbuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar