terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Setelah 25 Tahun, RI Kembali Alami Deflasi Tahunan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Setelah 25 Tahun, RI Kembali Alami Deflasi Tahunan
Mar 3rd 2025, 13:20, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Pusat BPS, Selasa (5/11). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Pusat BPS, Selasa (5/11). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2025 tercatat deflasi 0,09 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Deflasi tahunan ini terjadi untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 lalu. Artinya Indonesia baru kembali mengalami deflasi secara tahunan dalam 25 tahun terakhir.

"Terakhir menurut catatan BPS inflasi yoy pernah terjadi pada Maret 2000 di mana pada saat itu deflasi 1,10 persen deflasi disumbang dominasi kelompok bahan makanan," kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantornya, Senin (3/3).

Adapun pada Februari 2025 terjadi deflasi 0,48 persen secara bulanan atau month to month. Dia menjelaskan, deflasi mayoritas karena dipengaruhi oleh diskon listrik yang masuk komponen harga diatur pemerintah.

Komponen inti masih mengalami inflasi tahunan 2,48 persen dengan andil 1,58 persen terhadap deflasi secara yoy. Kemudian komponen harga diatur pemerintah deflasi 9,02 persen dengan andil deflasi 1,77 persen.

Ilustrasi mengisi token listrik pra-bayar. Foto: wisely/Shutterstock
Ilustrasi mengisi token listrik pra-bayar. Foto: wisely/Shutterstock

"Biasanya daya beli dikaitkan dengan komponen inti, komponen inti memberikan andil inflasi terbesar 1,58 persen yang memberikan andil deflasi yoy karena harga diatur pemerintah terutama karena adanya diskon listrik 50 persen masih berlangsung sampai Februari 2025," terang Amalia.

Sementara, komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,58 persen dengan andil inflasi 0,10 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Februari 2025 adalah cabai rawit, bawang putih, kangkung dan bawang merah.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: